San Francisco - Apple Inc. menunda peluncuran sistem operasi teranyarnya, Mac OS X Leopard, hingga bulan Oktober 2007. Debut Leopard molor empat bulan, dari semula direncanakan meluncur Juni 2007.

iPhone disebut-sebut yang menjadi alasan tertundanya Leopard. Perusahaan menyatakan telah mengalihkan sumber daya (resource) proyek tersebut demi mengantisipasi iPhone, ponsel sekaligus pemutar musik terbaru Apple, yang dijanjikan bakal dirilis pada bulan Juni ini.

"Software yang digunakan di iPhone cukup njlimet dan menyelesaikannya tepat waktu bukan tak butuh biaya. Kami harus mengalihkan resource dan beberapa pentolan software engineering kami dari tim Mac OS X ke iPhone," papar Apple dalam pernyataan resminya, yang dikutip detikINET dari Reuters, Jumat (13/4/2007).

Tertundanya Leopard, menurut salah seorang analis Creative Strategies di San Jose, California -- Tim Bajarin -- akan memperlambat penjualan komputer baru yang biasanya banyak datang dari penggemar komputer Apple.

Leopard dijanjikan Apple akan memiliki fitur yang lebih baik, termasuk fitur instant back-up data yang dijuluki "Time Machine" dan beberapa perbaikan pada software instant messaging (IM) dan e-mail.

Apple berharap fitur Leopard sudah sempurna pada awal Juni sebelum Worldwide Developers Conference digelar. Namun produk tersebut dipastikan belum siap untuk dirilis pada bulan tersebut. Perusahaan juga berencana memberikan test copy-nya kepada developer. Worldwide Developers Conference sendiri akan digelar selama lima hari di San Francisco mulai 11 Juni mendatang.


Baidu (typepad)

Beijing - Mesin cari top Cina, Baidu.com dinyatakan tak bersalah oleh pengadilan dalam kasus pelanggaran hak cipta berkenaan dengan adanya link di Baidu menuju situs musik ilegal.

Pernyataan ini dikemukakan Pengadilan Tinggi Beijing sehingga kasus ini pun berakhir dengan kemenangan Baidu. Kasus pelanggaran hak cipta tersebut diperkarakan oleh perusahaan musik besar seperti EMI, Sony BMG sampai Universal Music.

Perusahaan-perusahaan itu menggugat Baidu dengan tuduhan memfasilitasi pengunduhan musik ilegal tanpa izin mereka. Selain meminta aktivitas ini dihentikan beserta permintaan maaf, Baidu juga dituntut ratusan ribu dollar. Namun dengan adanya keputusan tersebut, upaya mereka mengalami jalan buntu.

Tak ada penjelasan pasti mengenai alasan keputusan pengadilan ini. Namun sebelumnya, Pengadilan Menengah Beijing menyatakan Baidu tak bersalah karena musik ilegal di Baidu diunduh lewat pihak ketiga. Demikian seperti dikutip detikINET dari AFP, Rabu (2/1/2008).


Google Sky Demo (google)

Atlanta - Google dituding telah mencuri ide mantan pegawainya. Tak ayal, perusahaan mesin pencari situs yang tersohor itu pun menerima gugatan sebesar US$ 25 juta. Adalah Jonathan Cobb, mantan pegawai kontrak Google, yang mengajukan gugatan tersebut ke pengadilan federal distrik di Atlanta, Amerika Serikat.

Cobb mengklaim bahwa dirinyalah yang mengagas berbagai ide mengenai fitur Google Sky di Google Earth dalam sebuah diskusi internal via email. Diskusi yang katanya diiikuti oleh para petinggi Google itu berlangsung pada 2006 lalu, di mana saat itu Cobb mengaku masih bekerja di perusahaan tersebut.

Dalam gugatannya, Cobb menuding Google telah mengambil ide dan konsepnya tentang Google Sky tanpa memberikan penghargaan atau kompensasi apapun. Fitur-fitur yang diklaim pria itu, misalnya, pada penyajian tampilan gambar siang dan malam di Google Sky.

Seperti dikutip detikINET dari InformationWeek, Senin (18/2/2008), perwakilan Google sendiri belum berkomentar mengenai gugatan ini. Adapun Google Sky adalah layanan yang diluncurkan di Google Earth pada Agustus 2007 lalu. Melalui layanan ini, para pengakses bisa mengamati berbagai macam obyek angkasa.


Ilustrasi (diolah/Ist.)

Seoul, Korea Selatan - Kali ini raksasa produsen software, Microsoft harus gigit jari setelah kalah dalam persidangan melawan seorang profesor Korea atas tuduhan pelanggaran hak paten. Padahal perseteruan keduanya telah berlangsung selama kurang lebih delapan tahun.

Pangkal perseteruan antara Profesor Lee Keung-hae, pengajar di Korea Aerospace University dengan Microsoft ini terkait penggunaan teknologi 'pengalih bahasa' (language switching) Korea dan Inggris di dalam MS Word. Lee mengklaim teknologi tersebut sama dengan teknologi yang telah dipatenkan dirinya.

Pengadilan telah menetapkan keputusannya. Alhasil, perusahaan asal Redmond ini pun harus membayar sejumlah uang sebagai kompensasi. Selain itu, Microsoft harus melenyapkan fitur 'pengalih bahasa' tersebut dari produk MS Word.

Jalan yang harus ditempuh Lee untuk memenangkan perkara ini cukup berliku, yakni dimulai pada tahun 2000. Awalnya, ia mengajukan gugatan pertama senilai 40 juta won atau sekitar Rp 385 juta, tapi gagal.

Microsoft justru balik menuntut Lee di tahun 2001 dan meminta pengadilan menyatakan bahwa teknologi tersebut belum dipatenkan. Namun, akhirnya jalan terjal Lee membuahkan hasil setelah pengadilan menyatakan bahwa hak paten tersebut telah dikantongi Lee

detikinet.com

Jakarta - Microsoft Corp. menegaskan tidak hanya akan bekerjasama dengan Novell, tapi pihaknya juga membuka diri untuk distro linux lainnya.

"Kami senang jika ada distributor linux lainnya yang ingin bergabung dengan kami, misalnya Red Hat atau yang lain," ujar Steve Ballmer pada Economic Times India yang dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (9/11/2006).

Minggu lalu, Microsoft Corp. dan Novell Inc. telah menyetujui kerjasama untuk mengembangkan teknologi yang dapat menjalankan sistem operasi Windows dan Suse Linux dalam satu mesin tunggal.

Suse sendiri merupakan sistem operasi open source populer yang didukung oleh Novell. Atas kerjasama ini, Novell bakal mendapat dana hingga US$ 348 juta dari Microsoft.

Dalam kunjungannya ke India, Ballmer tetap optimis software tersebut masih dapat dijual melalui pemasaran tradisional, Meski dirinya yakin software tersebut bakal laris manis di download.

"Saya rasa, beberapa software akan dibeli, lainnya akan dikirimkan secara gratis, dan sisanya dipasarkan lewat iklan," Ballmer menuturkan

Dirinya menambahkan konsep pemasaran yang ada sekarang adalah distribusi elektronik. "Yang ingin saya katakan adalah, cara pendistribusian software saat ini kini telah berubah menjadi elektronik, bukan lagi distribusi cara kuno." Demikian dikutip detikINET dari Washington Post, Kamis (9/11/2006).

;;

TML/JavaScript

Template © by Abdul Munir