Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan

ubuntu-vmserver

Meskipun sudah sangat jarang mencoba-coba linux, tetapi masih ada keinginan belajar agar tidak terlalu ketinggalan, siapa tahu suatu saat nanti memang harus menggunakan linux. Untuk menjadikan sebagai OS kedua pada PC kantor setalah Windows XP dengan dual boot, sepertinya akan merepotkan, ketika harus berpindah antara linux dan Windows dengan jalan restart.

Akhirnya kemarin mencoba virtualisasi dengan menggunakan VMware Server. Menginstall Ubuntu 7.04 (Feisty Fawn) yang sudah didownload minggu lalu. Saya alokasikan 5 GB dari kapasitas hardisk dan memori saya alokasikan 256 MB dari 512 MB untuk mesin virtual ini. Untuk jaringan saya setting menggunakan bridged ethernet. Sempat terhambat karena stok CD kosong habis untuk membakar file iso Ubuntu, namun kemudian tersadar kalau CD Rom di VMware Server dapat disetting membuka file ISO ketika dijalankan.

Setelah mem-booting mesin virtual untuk ubuntu, masuk mode Live CD dan kemudian memilih install, proses berjalan baik. Setelah menyetting konfigurasi jaringan, ketika mengetes ternyata tidak terkoneksi. Dari Hardware Information terlihat adanya network interface. Kemudian saya coba restart, dan ketika kembali login langsung test, dan ternyata bisa.

Sayangnya, ketika menggunakan terasa lambat, apalagi Windows-nya, dan saya perkirakan karena memori yang kurang. Makanya kemarin, sekalian makan siang di Be-Mall, saya membeli tambahan memori 512 MB dan langsung saya pasang, dan saya alokasikan untuk mesin virtual Ubuntu 512 MB. Hasilnya terasa sekali, lebih nyaman menggunakannya, begitu juga dengan Windowsnya.

Mencoba VirtualBox

VirtualBoxTadi sore saya teringat kalau ada teman saya yang memesan untuk disediakan link download VMware Server di web intranet kantor. Saya lihat file instalasinya ada di hardisk eksternal saya. Dalam direktori yang sama, saya melihat ada file instalasi VirtualBox yang saya download beberapa waktu lalu. Selanjutnya, bukan mengupload VMware seperti yang diniatkan, malah tertarik untuk mencoba VirtualBox.

Seperti halnya VMware, VirtualBox merupakan software untuk melakukan virtualisasi hardware, sehingga memungkinkan pada komputer yang terinstall Windows XP misalnya (host), dengan VirtualBox kita dapat menginstall linux atau sistem operasi lainnya (guess), dan antara host dan guess dapat berjalan bersamaan. Cara ini mungkin cocok bagi yang berniat mencoba linux tanpa harus menginstall secara sendiri atau dual boot, tentu dengan berbagai keterbatasannya. Ketersediaan memory untuk menjalankan dua sistem operasi secara bersamaan merupakan faktor yang menurut saya perlu diperhatikan agar keduanya dapat berjalan dengan baik.

VirtualBox yang dapat digunakan secara gratis dan berlisensi GNU/GPL ini dapat berjalan pada Windows, Linux atau Macintosh sebagai host dan mendukung sejumlah sistem operasi yang dapat dijadikan guess-nya termasuk Windows (NT 4.0, 2000, XP, Server 2003, Vista), DOS/Windows 3.x, Linux (2.4 dan 2.6), dan OpenBSD. VirtualBox saat ini hanya dapat mengemulasi mesin Intel x86.

Dibandingkan dengan file instalasi VMware Server, file instalasi VirtualBox jauh lebih kecil yaitu hanya sekitar 14,8 MB, sedangkan VMware Server 146 MB. Proses instalasinya pun lebih cepat. Hanya saja, setelah menginstall, saya baru teringat kalau CD Ubuntu saya taruh di rumah, sedangkan file iso-nya sudah saya hapus. Saya mencoba membuka file image Ubuntu hasil bentukan VMware, dikenali dan bisa masuk booting, tapi pada proses pendeteksian hardware berhenti. Saya coba dengan menginstal Windows XP dari file iso, berjalan dengan baik, termasuk ketika menyetting networknya.

virtalbox-windows-inside

Ketika berjalan, untuk masuk ke sistem operasi guess dilakukan dengan mengklik mouse pada layar guess, dan untuk kembali ke host, defaultnya dilakukan dengan menekan tombol Ctrl sebelah kanan. Untuk berbagi folder host untuk guess, dengan mudah dapat difasilitasi dengan fasilitas share folder, salah satu fasilitas yang saya suka.


VirtualBox: professional, flexible, open
maseko.com







3D OS : LOKAL & LEGAL
Sistem Operasi 3 Dimensi Berbasis Open Source

3D OS adalah Sistem Operasi kreasi Lokal yang diturunkan dari PCLinuxOS - Distro Linux No. 1 versi situs Distrowatch.com. Dengan 3D OS, Anda akan menemukan perpaduan Keindahan Vista, Kemudahan XP, dan Ringannya 95/98 di PC Anda. 3D OS hadir dalam format CD + DVD dan disertai dengan program-program Legal siap pakai dari berbagai kategori (Office, Internet, Multimedia, Game, Development, Education, dll).

Say Goodbye to Windows 'Made-In Bajakan'
Jika sampai hari ini Anda masih terikat dengan belenggu software bajakan, sekaranglah saat yang paling tepat untuk memutuskan belenggu ini. 3D OS memenuhi semua kebutuhan Anda akan Software Asli yang Lengkap, Murah, Aman (dari serangan virus, trojan, spyware, dll), Mudah digunakan serta Full 3D .

Berikut informasi penting yang perlu Anda ketahui tentang 3D OS :

3D Cube Desktop

Distro Popular
Diturunkan dari distro PCLinuxOS (varian Mandriva) yang dalam beberapa bulan terakhir ini terus berada di peringkat pertama distro Linux versi DistroWatch.com.
3D Aero Desktop Boot n' Run
Bisa langsung dipergunakan tanpa harus diinstal terlebih dahulu. Namun jika diperlukan, nantinya Anda dapat menginstal ke harddisk, bahkan sekalipun dalam harddisk itu sudah terdapat sistem operasi lain (misal Windows XP)
3D Flip Desktop User Friendly
Jika Anda bisa menggunakan dan menggerakkan mouse, sekalipun Anda belum pernah mengenal Linux, dijamin Anda akan bisa menggunakan 3D OS dengan amat sangat mudah, sama mudahnya dengan menggunakan sistem operasi Windows.
3D Ring Desktop Windows Friendly
Selain kompatibel dengan dokumen berbasis Windows, Andapun masih bisa merasakan suasana Windows. Mulai dari adanya style desktop Windows XP / Vista), Wine sebagai emulator program Windows, Samba untuk koneksi ke Windows, VirtualBox atau Qemu untuk menjalankan Windows di Linux, read/write partisi Windows, sampai viewer file help Windows. Sayangnya, Anda tidak akan bisa menemukan virus Windows di Linux :)
Stretch Effect Ribuan Program
Anda akan menemukan banyak program dari berbagai kategori yang bisa digunakan secara bebas tanpa perlu membayar biaya lisensi lagi. Hampir semua jenis program yang Anda perlukan akan bisa ditemui, mulai dari kategori 3D, Office, Game Online / Offline, Graphic, Sound, Video, Internet, Database, dll. Terbukti, software legal tidak selalu harus lebih mahal dari software bajakan.
Fire Effect CD + DVD + BUKU
3D OS hadir dalam 2 versi, CD dan DVD. Pilihlah media yang sesuai dengan perangkat komputer Anda. Selain itu, Anda juga akan mendapatkan buku panduan 3D OS, yang membahas Linux dari dasar sampai Anda bisa menggunakannya dalam nuansa 3D.
Live Media Windows + Mac
Menggunakan Linux tapi ingin merasakan suasana Windows / Mac ?
No Problem ...! 3D OS menyediakan berbagai style menu ala Windows 98, Windows XP, Windows Vista dan bahkan Macintosh. Anda bisa berganti-ganti style Windows, Mac dan Linux dengan amat sangat mudah.
Live Windows Bebas Gangguan
Menggunakan Windows bajakan terganggu dengan isu sweeping ...?
Menggunakan Windows asli masih terganggu juga dengan serbuan virus ...?
Menggunakan Windows Vista terganggu dengan tingginya spesifikasi komputer ...?
Untungnya, Anda tidak akan menemukan semua gangguan itu di 3D OS.

;;

TML/JavaScript

Template © by Abdul Munir