Tampilkan postingan dengan label pc security and virus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pc security and virus. Tampilkan semua postingan


Screenshot Virus Battosai (vaksincom)

Jakarta - Bayangkan seorang pendekar samurai menyerang komputer dengan pedangnya yang tajam. Nah, meski serangan samurai yang satu ini bukan fisik, tapi tetap merepotkan.

Samurai itu adalah sebuah virus yang bernama resmi W32/Autorun.AD. Namun virus itu juga dijuluki Battosai, sesuai dengan julukan untuk tokoh Kenshin Himura dari serial anime dan manga Samurai X.

Julukan itu diberikan pada sang virus karena, ciri-ciri pengguna yang terkena 'sabetan pedang' sang samurai adalah munculnya gambar siluet Kenshin Himura pada folder Windows. Demikian pernyataan dari analis virus Vaksincom yang diterima detikINET, Rabu (10/10/2007).

"Virus yang terdeteksi oleh Norman Virus Control sebagai W32/Autorun.AD ini cukup merepotkan karena tetap aktif di Safe Mode dan Safe Mode with Command Prompt dan mengganti background komputer korbannya dengan gambar Battosai," sebut Ad Sap, analis antivirus dari Vaksincom.

Meski merepotkan, virus ini disebut tidak terlalu rumit. Pasalnya sang samurai tidak memblokir aplikasi penting seperti Task Manager, Regedit dan MSConfig. Ciri lain dari virus ini adalah ia membuat duplikat beberapa file sistem menjadi file tanpa icon berukuran 91 kilobyte dan berakhiran .exe.

Battosai menyebar melalui media penyimpanan seperti disket atau USB Flash Drive maupun removable drive lainnya. Untuk mengatasi virus ini dengan mudah, pengguna komputer disarankan menggunakan program antivirus yang ter-update.

PCMAV Versus Ansav

Sebagai antivirus, PCMAV dan Ansav sepertinya yang paling menonjol dan banyak digunakan oleh pengguna-pengguna Windows di Indonesia. PCMAV lebih lahir dan dikenal lebih dahulu dibanding Ansav. PCMAV hadir dalam CD/DVD yang didistribusikan sebagai bagian Majalah PC Media setiap bulannya. Bagi yang tidak membeli/berlangganan Majalah PC Media, biasa memperoleh dari teman atau mendownload dari website atau blog pengguna/pemilik Majalah PC media, seperti yang saya sediakan juga. Untuk rilis update versi yang beredar, PC Media menginformasikan melalui blog pada virusindonesia.com dan menyediakan link untuk mendownload pake update tersebut.

Sedangkan Ansav dirilis dan didistribusikan melalui media internet, dari menggunakan fasilitas hosting gratis di Geocities, berikutnya didukung blog di WordPress.com, sampai mempunyai website dengan hosting sendiri seperti saat ini. Berbeda dengan PCMAV yang lahir dibawah naungan nama PC Media, Ansav dibuat oleh perorangan.

Apakah keduanya merasa saling bersaing? Saya tidak tahu, tapi seharusnya begitu, agar semakin mendorong pengembangan selanjutnya yang lebih baik, berguna dan mudah digunakan oleh penggunanya. Saya di sini tidak akan membandingkan keduanya dari segi program atau "fungsinya", hanya sekedar iseng membandingkan kiprah keduanya dalam ranah internet.

Pertama adalah seberapa besar pengguna internet mencari keduanya. Di sini saya menggunakan kata kunci "PCMAV" dan "Ansav" dengan mengenyampingkan kata kunci lain yang mungkin banyak juga digunakan untuk mencari keduanya, misalnya "download pcmav" atau "download ansav". Dan hasil dari Google Trends untuk data selama tahun 2007 adalah sebagai berikut:

pcmav-ansav-google-trends

Dari data tersebut pengguna internet yang mencari "PCMAV" lebih banyak dibandingkan yang mencari "Ansav".

Kemudian adalah perbandingan jumlah pengakses website keduanya. Seperti kita ketahui Ansav.com lebih dahulu lahir dibandingkan VirusIndonesia.com. Berikut adalah grafik jangkauan virusindonesia.com dan ansav.com tehadap jumlah pengguna internet dunia berdasarkan data Alexa satu tahun terakhir:

pcmav-ansav-alexa

Dari grafik tersebut jumlah pengakses Ansav.com lebih banyak dibandingkan jumlah pengakses VirusIndonesia.com.

Jika hanya dengan melihat informasi sejak kapan produk itu ada dan bagaimana didistribusikan, sepertinya data-data itu masih sejalan.

maseko.com

file recovery backEntah sudah berapa USB Flashdisk dengan berbagai merk yang saya coba di PC rumah bermasalah ketika menstransfer file besar dari flashdisk ke hardisk. Pesannya biasanya “I/O error” atau “not valid parameter”. Parahnya, setelah berulang kali mecoba copy-paste berakhir dengan flashdisk menjadi “not formated”. Padahal flashdisk yang pertama saya miliki tidak pernah bermasalah sampai akhirnya hilang.

Terakhir tadi malam, setelah mendapat flashdisk baru, saya coba menyalin beberapa file besar dari komputer kantor ke rumah. Ujungnya sama, flashdisk menjadi tidak terformat.

Berhubung ada satu file tugas yang editing terakhirnya saya lakukan langsung dari flashdisk, saya coba-coba cari jalan untuk menyelamatkannya. Sebelumnya, file berukuran kecil ini lancar-lancar saja dibuka dari PC rumah. Ubek-ubek koleksi di rumah, menemukan software PC Inspector File Recovery yang belum pernah saya coba sebelumnya. Setelah membaca sedikit petunjuk menggunakannya, langsung dipraktikkan ke flashdisk. Hasilnya sebagian file terselamatkan tapi corrupt ketika dibuka/dijalankan, dan untungnya sebagian lain terselamatkan dalam kondisi bagus, termasuk file tugas yang menjadi tujuan utama.

PC Inspector File Recovery yang bersifat freeware ini ditujukan untuk menyelamatkan file-file yang terhapus, hilang karena quick-format atau drive yang hilang.

Top 10 Virus

Serangan dan produksi virus lokal sepertinya mulai melemah. Terbukti, di periode ini, jumlah virus kiriman pembaca dan laporan - laporan mengenai penyebaran virus mulai berkurang, namun kita harus selalu tetap waspada.

Tren virus kali ini sepertinya mengarah kepada virus jenis VBScript. Laporan penyebaran virus jenis script ini lebih banyak jika dibandingkan jenis virus biasa yang sudah dikenal dalam bentuk executable. Berikut daftar selengkapnya:

1. Gen.VirVBS.vbs
Tampilan dari program Vir.VBS GeneratorVirus ini dihasilkan oleh sebuah program Virus Generator yang dinamakan Vir.VBS Generator oleh pembuatnya. Program ini dibuat menggunakan Visual Basic. Ukuran dari program tersebut cukup kecil, sekitar 64.512 bytes dalam keadaan terkompresi menggunakan UPX. Generator ini mengklaim dirinya dapat menghasilkan virus jenis VBScript yang memiliki beberapa kemampuan seperti stealth, encryption, time-bomb bahkan polymorphic. Virus yang dihasilkan sudah cukup banyak dan terbukti menyebar, maka tidak heran ia menduduki peringkat pertama di 10 virus teratas periode kali ini.

2. ForrisWaitme
Pesan dari pembuat virus ForrisWaitme.Virus yang dibuat dengan Visual Basic ini menggunakan icon mirip folder standar Windows untuk melakukan penyamarannya. Beberapa ulahnya adalah menukar fungsi tombol mouse kiri dengan kanan, menghilangkan menu Folder Options, membuat file pesan “baca saya.txt” pada drive terinfeksi, dan masih ada yang lainnya.

3. Kalong.vbs
Virus Kalong.vbs mengubah caption dari Internet Explorer.Dibuat menggunakan VBScript (.vbs). Selain menciptakan file autorun.inf pada flash disk agar dapat running otomatis, caption dari Internet Explorer pun akan diubah menjadi “:: X2 ATTACK ::” saat terinfeksi virus ini. Selain itu, pada saat logon, Windows akan menampilkan kotak informasi yang bertuliskan “KOMPUTER ANDA ADA KEYBOARDNYA!!”.

4. Pray
Virus Pray mengingatkan user untuk sholat?Virus lokal ini dibuat menggunakan Visual Basic. Kami mendapati 2 varian dari virus ini, untuk varian Pray.A tidak memiliki icon, sementara untuk varian Pray.B menggunakan icon mirip Windows Explorer. Jika komputer terinfeksi oleh virus ini, saat penunjuk waktu di komputer tersebut menunjukan pukul 05:15, 13:00, 16:00, 18:30, dan atau 19:45, virus ini akan menampilkan pesan yang mengingatkan user untuk melakukan shalat.

5. Discusx.vbs
Discusx.vbs mengubah title dari Internet Explorer.Virus VBScript yang satu ini, memiliki ukuran sekitar 4.800 bytes. Dia akan mencoba menginfeksi di beberapa drive di komputer Anda, termasuk drive flash disk, yang jika terinfeksi akan membuat file autorun.inf dan System32.sys.vbs pada root drive tersebut. Selain itu, ia pun akan mengubah caption dari Internet Explorer menjadi “.::Discus-X SAY MET LEBARAN! [HAPPY LEBARAN ?!]::.”.

6. SangPerawan
Info Tip yang muncul saat penunjuk mouse diarahkan sejenak kepada file virus.Virus ini dapat mengakibatkan file .jpg Anda tidak bisa dibuka, karena virus ini akan meng-append file .jpg yang ditemukannya ke dalam tubuh sang virus. Ia dibuat dengan Visual Basic, dengan ukuran sekitar 98.304 bytes tanpa di-compress. Isi field Description pada Version Information virus ini terdapat kalimat “Untuk semua orang yang tak pernah menghargai aku”.

7. TQ.vbs
Isi file virus jika dibuka dengan Notepad.Virus VBScript ini akan membuat file winconfig.dll.vbs dan autorun.inf pada root drive yang diinfeksinya. Jika file virus dibuka dengan Notepad, pada awal-awal file tersebut akan terdapat string aneh yang sebenarnya hanya untuk membingunggkan user saja, tapi jika Anda scroll ke bawah maka akan terlihat isi file virus sebenarnya. Virus ini pun mengubah caption Internet Explorer menjadi “Brought to you by TQ!” dan mengubah halaman defaultnya menjadi “http://blogtq.blogspot.com/”.

8. SlowButSure.vbs
SlowButSure.vbs mengubah caption dari Internet Explorer.Dibuat menggunakan VBScript (.vbs). Ia menciptakan file autorun.inf yang sudah dirancangnya pada flash disk, sehingga dapat running otomatis saat mengakses drive flash disk. Pada caption Internet Explorer akan terdapat tulisan “Hacked by Zay” atau pada varian lain “Hacked by Godzilla”. Dan pada System Propertis komputer korban, informasi Registered Owner akan menjadi “r4n694-24y”, dan untuk Registered Organization akan menjadi “Don’t Panic, System anda sudah kami ambil alih !”.

9. Tati
Pesan dari virus Tati.Virus sederhana berbasis script, dibuat menggunakan AutoHotKey, program semacam automation script. Tidak menggunakan teknik yang canggih-canggih. Hanya berkamuflase dengan menggunakan icon mirip folder standar Windows. Pada root drive komputer terinfeksi, akan terdapat file teks yang berisi pesan dari si pembuat virus dengan nama tati.my.love.txt.

10.Stargate
Pesan dari pembuat virus Stargate.Dibuat menggunakan Visual Basic. Menggunakan icon mirip folder standar Windows untuk menyamar. Ia dapat menyebar melalui flash disk ataupun jaringan (network) melalui sharing folder. Virus ini menghalalkan segala cara agar ia dapat bertahan hidup selama-lamanya di komputer korban, diantaranya dengan mem-bypass beberapa aplikasi bawaan Windows seperti Registry Editor, Command Prompt, dan juga beberapa program antivirus. Pada komputer terinfeksi, akan terdapat banyak sekali file duplikat dari si virus, bahkan beberapa icon aplikasi di Start Menu pun akan berubah menjadi icon folder karena ulah virus ini.

Info Virus Baru

Sebuah virus baru sudah ditemukan, dan digolongkan oleh Microsoft sebagai yang paling merusak! Virus itu baru ditemukan pada hari Minggu siang yang lalu oleh McAfee, dan belum ditemukan vaksin untuk
mengalahkannya.

Virus ini merusak Zero dari Sektor hard disc, yang menyimpan fungsi informasi-informasi terpenting. Virus ini berjalan sebagai berikut : Secara otomatis virus ini akan terkirim ke semua nama dalam daftar alamat
anda dengan judul "Sebuah Kartu Untuk Anda" (Une Carte Pour Vous , atau A Card For You); begitu kartu virtual itu terbuka, virus itu akan membekukan komputer sehingga penggunanya harus memulainya kembali; kalau anda menekan CTRL+ALT+DEL atau perintah untuk restart, virus itu akan merusak Zero dari Sektor Boot hard disk, sehingga hard disk akan rusak secara permanen.

Menurut CNN, virus itu dalam beberapa jam sudah menimbulkan kepanikan di New York . Peringatan ini telah diterima oleh pegawai Microsoft sendiri. Jangan membuka e-mail dengan judul "Sebuah kartu virtual untuk Anda" (Une Carte Virtuelle Pour Vous atau A Virtual Card For You).

Virus Cybersoft?

cybersoft exe

Saya mendapat email dengan isi berikut:

masesko saya kemarin kedapatan virus yang nylonong ke kompiku tapi ndak parah kok hampir semua anti virus ndak ndetek. cirinya semua layar windows yang akan dibuka akan minimize. nama virusnya cybersoft. bersama ini saya kirim contoh virusnya n tolong di beritahukan ke teman2, oks, Salam kenal dari dunia maya xxxxxx xxxxx dari xxxxxx

Tadinya saya hanya men-scan attachment yang dilampirkan di Virustotal.com, hasilnya memang hanya McAfee dan Nod32 yang memperkirakan adanya virus, lainnya menyatakan bersih. Virus baru? Kok saya jadi penasaran. Berhubung tidak ada PC yang dititipkan di sini untuk perbaikan misalnya, akhirnya saya jalankan cybersoft.exe langsung di PC ini.

Setelah djalankan file cybersoft.exe dengan icon seperti image di atas, tidak ada respon sama sekali, maksudnya window terbuka yang maximize tetap maximize. Membuka beberapa program baru pun tetap maximize. Saya pikir, mungkin tidak aktif. Saya buka Task Manager, ternyata ketika terbuka langsung minimize. Ketika membuka regedit dan msconfig ternyata terbuka dengan normal. Jadi sejauh ini pengaruhnya hanya pada Task Manager.

Tidak tahu harus bagaimana selanjutnya, maksudnya pengaruh-pengaruh lainnya yang mungkin terjadi, saya mencoba langkah recovery. Pertama saya harus mematikan proses file tersebut, demikian pikiran saya. Saya coba menggunakan Process Explorer (berjalan normal) dan nampak file tersebut dalam daftar, dan sepertinya tidak ada proses lain yang mencurigakan. Saya matikan (kill) proses file cybersoft.exe tersebut dan langsung mati tanpa kembali lagi.

Kemudian saya melihat registry untuk melihat kalau-kalau ada program baru yang dijalankan ketika windows start pada key
HKLM\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
dan menemukannya di situ dan langsung saya hapus.

virus cybersoft

Dari sana juga saya mengetahui bahwa file juga disalin ke folder Windows, dan saya hapus. Kembali ke registry, saya mencari lagi dan menemukan di
HKLM\SOFTWARE\Microsoft\Windows\Run
dan saya menghapusnya.

Tidak ketinggalan saya melihat juga di USB flash disk, dan ternyata memang menyalin juga di sana, cybersoft.exe dan desktop.ini serta folder web yang berisi cybersoft.exe dan folder.htt. Setelah saya menghapusnya, saya restart PC dan sepertinya normal, tidak ada proses yang mencurigakan.

virus cybersoft di flash disk

Lain kali, saya mungkin tidak akan sembrono lagi , mencoba langsung pada PC yang saya gunakan dan menghilangkan keingintahuan yang tidak pada tempatnya. Buat teman-teman, hati-hati juga kalau menemukan file cybersoft.exe tersebut, jangan dijalankan, siapa tahu ada pengaruh lain yang lebih berbahaya dari sekedar meminimize jendela.

Virus dease_cribes?

dease_cribes

Nadira, this is for u
I am So Pain, because i am rotten in pain
for ->all the people in the world
–>someday u will pain too
now I am –> betwen life and death
thanks to all my friends, u also pain too
Nad, u are my inspirate,–>please back
thank to big family RIP
people doesn’t care with life for
++++++++++
———-

Di kantor saya, sudah ada dua komputer (PC) yang menayangkan baris-baris puisi tersebut dan pengguna-penggunanya tidak ada yang menuliskannya. Kemungkinan besar itu disebabkan oleh adanya virus yang menjangkiti PC-PC itu.

Awalnya seorang teman memberitahukan bahwa komputernya bermasalah. File-filenya tidak dapat dibuka. Icon file berubah menjadi icon folder. Saya pikir itu sejenis virus Brontok, maka saya siapkan PC Media Antivirus terbaru (PCMAV 1 RC8) dalam sebuah CD yang biasanya mempan mengatasi virus tersebut. Saya lihat sejenak, dalam salah satu folder banyak sekali ditemukan file-file berikon folder dengan besar 56 KB. Ekstensi file tidak terlihat. Saya cek pada menu Tools di Windows Explorer, Folder Option menghilang. Saya coba jalankan PCMAV dari CD, tidak ada reaksi apa-apa. Saya coba salin file PCMAV.exe ke salah satu folder, tidak berapa lama file berubah icon dan besar filenya menjadi 56 KB. File asli tidak nampak. Saya mencoba menyalin file image, ternyata reaksinya sama saja, file berubah icon dan besarnya. File asli menghilang.

Mencoba akses sharing file di jaringan, niatnya mengambil update antivirus, kebetulan nama direktorinya “antivirus”, kontan saja Windows Explorer menutup. Memencet Ctr+Alt+Del, tombol Task Manager tidak aktif. Menggunakan Tuneup Utikities, masuk ke menu Process Manager, tapi langsung tertutup. Berulang-ulang mencoba, sempat terlihat dan saya sempat curiga dengan adanya process dease_cribes.exe yang sepertinya aktif sekali dilihat dari konsumsi CPUnya. Sebelum box menutup, saya sempat mengklik kanan dan memlilih End Process, tetapi yang muncul notepad dengan isi puisi di atas, sampai kemudian box yang menampilkan process menghilang. Mencoba lagi membuka dan langsung klik kanan salah satu process, nampak dease_cribes.exe sudah bercokol kembali.

Setelah itu saya restart PC dan masuk ke Safe-Mode. Saya ulangi kegiatan-kegiatan di atas, ternyata hasilnya sama saja.

Mengenai hilangnya file-file asli, saya pilir hanya disembunyikan (hidden). Ketika saya akses halaman web yang berisi form upload saya coba upload salah satu file image yang sebelumnya saya salin. Yang nampak pada kotak input adalah file berekstensi .exe. Saya coba ganti ekstensinya menjadi .jpg, file berhasil diupload. Jadi perkiraan saya bahwa file hanya disembunyikan sepertinya benar.

Sampai kemarin, saya masih membiarkan PC dalam keadaan seperti itu, karena sudah tidak tahu apa yang harus dilakukan tanpa mengorbankan file-file data yang ada, disamping adanya kesibukan lain. Apabila di antara saudara-saudara yang membaca ini ada yang mengetahui bagaimana mengatasi virus tersebut kiranya dapat memberitahu saya melalui kotak komentar di bawah, sebelumnya terima kasih.


maseko.blogspot.com

1. Apa itu virus ?

Virus komputer adalah sebuah program kecil yang bisa menggandakan dirinya sendiri dalam media penyimpanan suatu komputer. Formalnya adalah sebagai berikut :
“A program that can infect other programs by modifying them to include a slighty altered copy of itself. A virus can spread throughout a computer sistem or network using the authorization of every user using it to infect their programs. Every programs that gets infected can also act as a virus that infection grows (Fred Cohen).

Virus juga mampu, baik secara langsung ataupun tak langsung, menginfeksi, mengkopi maupun menyebarkan program file yang bisa dieksekusi maupun program yang ada di sektor dalam sebuah media penyimpanan (Hardisk, Disket, CD-R). Virus juga bisa menginfeksi file yang tidak bisa dieksekusi (file data) dengan menggunakan macros (program sederhana yang biasanya digunakan untuk melakukan suatu perintah). Intinya adalah kemampuan untuk menempel dan menulari suatu program. Virus bukanlah sesuatu yang terjadi karena kecelakaan ataupun kelemahan perangkat komputer karena pada hakikatnya, semua virus merupakan hasil rancangan intelegensi manusia setelah melalui beberapa percobaan terlebih dahulu layaknya eksperimen-eksperimen ilmiah di dalam bidang-bidang lainnya. It’s all about alghoritm …..

2. Perbedaan virus, worm, dan trojan horse

Selain virus dalam artian seperti disebut diatas, kita juga mengenal program yang disebut Trojan horse (Kuda Troya). Trojan horse sebenarnya bukanlah sebuah virus dalam artian sesungguhnya, karena program ini tidak memiliki kemampuan untuk menggandakan dirinya ke program lain. Namun demikian, program ini tidak kalah berbahaya jika dibandingkan dengan program virus komputer.

Trojan horse umumnya dikemas dalam bentuk sebuah program yang menarik. Namun dibalik ‘pesona’ software tersebut, tersembunyi fungsi lain untuk melakukan perusakan. Pengguna komputer yang mendapatkan file ini umumnya akan terpancing untuk menjalankannya. Akibatnya tentu fatal, karena dengan demikian si pengguna telah menjalankan rutin-rutin perusak yang dapat mendatangkan malapetaka pada sistem komputernya.

Trojan pertama muncul pada tahun 1986 dalam bentuk program shareware yang dikenal dengan nama PC-Write. Oleh karena itu, user harus memastikan shareware atau freeware-nya bebas dari trojan dengan cara memasang sejenis firewall atau antivirus ke dalam sistem komputer anda.

Sumber malapetaka lain yang mirip dengan virus, namun tidak bisa dikategorikan sebagai virus, adalah worm. Worm adalah program yang dapat menduplikasi diri tanpa menginfeksi program-program lainnya. Worm biasa menyebar melalui pertukaran data antar hardisk, disket, maupun e-mail. Penyebaran melalui e-mail biasanya berupa sebuah attachment yang kecil. Pengguna yang tertarik akan menjalankan program tersebut. Selanjutnya, tanpa basa-basi, si program akan langsung melakukan aksinya. Worm akan menggandakan diri dengan mengirimkan file-nya secara otomatis melalui attachment ke setiap alamat yang ada dalam address book pada mail manager korban.

Umumnya worm tidak bersifat merusak, namun demikian selain mengakibatkan kejengkelan di pihak korban, serangan worm dapat sangat berbahaya bagi mailserver. Berjangkitnya worm menyebabkan beban kerja mailserver melonjak drastis hingga dapat mempengaruhi performanya.

Dan tidak hanya untuk mailserver, bahkan komputer pribadi kita pun bisa dikebiri karenanya. Hal ini terjadi karena worm mampu menduplikasikan dirinya sendiri di dalam memori komputer dalam jumlah yang sangat banyak. Sekarang bayangkan jika worm menduplikasi dirinya secara serentak, ‘bakal lemot deh komputer’.
Worm umumnya berbentuk file executable (berekstensi .EXE datau .SCR), yang terlampir (attach) pada e-mail. Namun demikian, ada beberapa jenis worm yang berbentuk script yang ditulis dalam bahasa Visual Basic (VBScript). Sasaran serangan worm jenis ini terutama adalah perangkat lunak e-mail Microsoft Outlook Express, tapi bukan berarti aplikasi yang lain sudah pasti kebal dengan semua jenis worm.

Sama seperti trojan yang tidak dapat diperbaiki (kecuali oleh pembuatnya sendiri yang tahu source code-nya), untuk mengatasi serangan worm diperlukan antivirus yang dapat menghapusnya langsung dari komputer.

3. Sejarah virus dan malware lainnya

Meskipun banyak pihak yang bersepakat bahwa worm dan trojan tidak dapat dikategorikan sebagai virus, namun dalam sejarahnya, penyampaian riwayat perjalanan virus akan selalu disertai oleh cerita-cerita tentang kemunculan dan aksi-aksi dari malware lainnya, yaitu worm dan trojan. Hal ini memang tidak dapat dihindari karena kedua ‘makhluk’ tersebut lahir sebagai imbas dari kemampuan virus sendiri.

1981 : Virus Pertama di komputer (nenek moyang virus)

Pada tahun 1981, program yang bernama Elk Cloner muncul di komputer Apple II. Program ini (pada tahun ini istilah computer virus belum ditemukan) menampilkan enam baris kalimat di monitor komputer seperti berikut :

It will get on your disk
It will infiltrate your chips
Yes it’s Cloner!
It will stick to you like glue
It will modify ram too
Send in the cloner!

1983 : Dokumentasi computer virus pertama kali

Pada tahun 1983, ujicoba dokumentasi virus pertama kali dilakukan oleh Fred Cohen. Cohen adalah seorang mahasiswa S3 sekaligus peneliti yang secara teoretis dan dengan berbagai eksperimen ilmiahnya mampu memberikan pengertian dan pemahaman kepada dunia bahwa akan ada ‘makhluk baru’ di sekitar kita yang sangat potensial menjadi ‘pengacau’ di dalam perkembangan abad komputer dan telekomunikasi.

1986 : Virus pertama di PC

‘The Brain’ adalah nama untuk virus yang pertama kali diketahui menjangkiti PC. Virus ini dibuat oleh dua orang bersaudara asal Pakistan, Basit and Amjad, pada tahun 1986. Virus ini menjangkiti disket yang dimasukkan pada PC bersistem operasi MS-DOS. Seiap disket yang sudah terinfeksi akan memiliki volume label : “ © Brain ”. ‘The Brain’ juga kerap disebut sebagai virus stealth komputer yang pertama karena virus ini mampu menguasai tabel interrupt pada DOS (Interrupt interceptor). Virus ini berkemampuan untuk mengendalikan instruksi-instruksi level DOS dan biasanya mereka tersembunyi sesuai namanya baik secara penuh ataupun ukurannya.

1987 : Virus menyerang ekstensi *.COM

Tahun ini merupakan tahunnya virus file. Varian ini secara khusus menyerang semua file yang berekstensi *.COM. File yang umum diserang adalah command.com dengan subyek penyerang bernama virus Lehigh. Selain menyerang *.COM, virus pada masa itu juga telah mampu menyerang file .*EXE, seperti virus Suriv-02. Selain virus, worm juga tidak mau ketinggalan menyemarakkan serbuan virus ke sistem komputer ketika itu. Tercatat dalam sejarah bahwa pada tahun ini muncul istilah “The IBM Christmas Worm” sebagai imbas dari banyaknya mainframe milik IBM yang terserang worm.

1988 : Virus untuk Macintosh, worm buat ARPANET, antivirus untuk ‘the brain’, dan …….. menjadi selebritis

Pada tahun ini macintosh mulai terjangkit oleh virus yang bernama MacMag dan The Scores. Itu masih termasuk kabar baik. Kabar buruknya adalah rontoknya 6000 komputer yang berada dalam jaringan ARPANET karena ulah ‘seekor’ worm karya Robert Morris (usianya baru 23 tahun ketika itu). Worm-nya bekerja dengan cara menduplikasikan dirinya sendiri lalu mengendap di dalam memori komputer. Lucunya, worm tersebut ia buat hanya karena ingin membunuh rasa bosan. Akhirnya, penjara menjadi rumahnya selama 3 tahun plus denda sebesar $ 10.000,00. Kabar buruk lainnya adalah lahirnya ‘Jerussalem’ dan ‘Cascade’. Virus Jerussalem hanya aktif/hidup pada tanggal 13 hari jum’at (Friday The 13th) dan menginfeksi dua ekstensi sekaligus, yaitu .*EXE dan .*COM. Hebatnya, semua komputer yang terinfeksi akan kehilangan program-program mereka jika dijalankan pada tanggal tersebut. Sementara cascade yang ditemukan oleh orang Jerman merupakan virus pertama yang terenkripsi (encrypted virus) sehingga tidak dapat diubah atau dihilangkan untuk zaman itu. Kecuali oleh orang yang mengetahui kode enkripsi-balik (decode) tentunya. Contohnya si pembuat virus itu sendiri.

Sejarah kembali terjadi, antivirus pertama akhirnya muncul. Antivirus ini didisain untuk mendeteksi sekaligus menghapus virus ‘The Brain’ yang menjangkiti disket. Plus kemampuan untuk mengimunisasi (memberi kekebalan) kepada disket agar tidak dapat dihinggapi oleh ‘The Brain’. Ini berarti, secara teknis komputer, algoritma sang antivirus merupakan algoritma yang dapat merusak jalannya algoritma sang virus .
Banyaknya kejadian besar yang disebabkan oleh virus komputer pada tahun ini membuatnya beranjak populer dan mulai mengisi halaman-halaman media terkenal seperti Business Week, Newsweek, Fortune, PC Magazine dan Time. That’s cool …

1989 : Trojan AIDS dan Dark Avenger

Trojan AIDS menyebar sebagai program yang dapat menahan data informasi AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) di dalam komputer yang dijangkitinya. Mungkin berguna jika berada di hardisk para dokter maupun praktisi kesehatan, tapi lain masalahnya dengan matematikus maupun praktisi perbankan.
Pada bulan september tanggal 17, Washington Post melaporkan tentang sebuah virus yang mereka sebut dengan bahasa jurnalisnya : “virus yang hidup dan menghancurkan pada tanggal 13 hari jum’at telah kabur”. Virus ini bekerja layaknya Jerussalem, namanya adalah DataCrime. Model penyerangan gaya baru diperkenalkan oleh virus Dark Avenger. Virus ini dirancang untuk menghancurkan sistem komputer secara perlahan-lahan. Jadi, pada awalnya pengguna tidak akan menyadari bahwa komputer mereka terserang virus, hingga tiba saat waktunya komputer akan berjalan semakin lambat, lambat, dan lambat.

Pada bulan oktober di Israel muncul virus yang disebut Frodo. Virus ini merupakan virus yang diprogram untuk merusak harddisk (harddrive) yang berjalan pada tanggal 22 September atau setelahnya pada tahun berapapun.

1990 : Virus Exchange, Buku tentang virus, dan gebyar antivirus

Dari Bulgaria muncul sebuah virus yang dapat menukar kode dan mengubah tujuannya sendiri, namanya adalah virus exchange (VX) BBS. Mark Ludwig mencatatkan diri sebagai penulis yang menerbitkan buku tentang virus. IBM, McAfee, Digital Dispatch, dan Iris mengeluarkan antivirus. Arena baru dalam bisnis TI, pembuatan program (toolkit) antivirus. Pada tahun ini varian virus yang beredar makin banyak dan hebat. Salah satunya adalah virus kombinasi yang kemampuannya tidak hanya sekadar bersembunyi (stealth virus), tapi juga mampu melakukan pengubahan sendiri strukturnya untuk mengecoh program antivirus (polymorphic virus) dan menginfeksi dua jenis ekstensi populer, yaitu .*EXE dan .*COM sekaligus menginfeksi boot sector.

1991 : Symantec merilis antivirus dan Tequilla

Tidak mau ketinggalan dengan vendor-vendor besar yang telah membuat antivirus, akhirnya Symantec merilis antivirusnya yang diberi label Norton Antivirus. Produk yang sampai hari ini terus merajai pasar antivirus dunia. Kejutan pada tahun ini adalah ketika Tequilla ditemukan. Virus ini memiliki tiga kesaktian sekaligus, yaitu bisa bersembunyi (stealth), bisa polymorphic dan multipartite.

1992 : Toolkit pembuat virus

The Dark Avenger Mutation Enginge (DAME) menjadi toolkit pembuat virus pertama yang dapat mengubah virus biasa menjadi virus polymorphic. Selain DAME lahir juga VCL (Virus Creation laboratory) yang menjadi perangkat pembuat virus pertama. Pada bulan Maret virus Michaelangelo muncul, berita-berita yang disebarkan oleh media mengenai virus ini membuat penjualan antivirus meningkat tajam. Statistik mencatat bahwa sudah ada sekitar 1300 virus pada tahun ini. Berarti meningkat 420% sejak bulan Desember 1990.

1993 : Virus yang baik dan Satan Bug

Cruncher sering dianggap sebagai virus yang baik karena ia mengkompres setiap file yang diinfeksinya. Jadi, ia dianggap juga sebagai penyelamat kapasitas storage. Sementara itu, di lain tempat sebuah kejutan besar terjadi. Sang pembuat virus The Satan Bug yang penangkapannya dilakukan oleh FBI menggunakan bantuan para vendor antivirus ternyata hanyalah seorang anak kecil.

1994 : Good Times yang membuat bad times ; Hoax pertama

Good Times adalah virus yang disebarkan melalui e-mail dengan subject seperti namanya sendiri. Dalam isi pesannya ia menyebutkan bahwa hanya dengan membaca atau melihat pesan bersubject “good times” pada komputer maka isi hardisk dari komputer tersebut akan lenyap dan bahkan merusak processor. Setelah diuji dengan cermat, ternyata isi pesan tersebut hanyalah berita bohong (hoax) saja. Good times sejatinya hanyalah virus yang mereplikasikan dirinya laiknya virus-virus lain.

1995 : Windows 95 dan virus Macro pertama

Munculnya windows 95 banyak membuat vendor antivirus khawatir kalau nantinya produk mereka bakal tidak berfungsi lagi dan tidak ada yang membeli. Namun, virus macro pertama muncul, namanya Concept. Virus ini memang tidak menyerang DOS namun menyerang aplikasi word processor paling terkenal saat itu, yaitu MS-Word. Vendor antivirus bak mendapat buah simalakama, satu sisi mereka senang, sisi lain mereka tidak. Karena musuh mereka bertambah lagi.

1996 : virus untuk windows 95, linux, dan Excel

Setahun setelah kemunculannya, Concept semakin populer diseantero dunia. Ms Excel akhirnya juga kebagian virus dengan adanya Laroux. Tidak ketinggalan, virus Boza dan Staog menjadi virus pertama buat Windows 95 dan open source OS ; Linux. Setelah diusut ternyata pembuat Boza dan Staog adalah satu kelompok yang sama.

1998 : Virus Java, Back Orifice, dan Solar Sunrise

Strange Brew adalah virus yang menyerang file java untuk yang pertama kalinya, tapi daya rusaknya tidak terlalu ‘membanggakan’. Pada tahun ini trojan yang melegenda hingga sekarang, Back Orifice, merupakan tool kendali jarak jauh (remote administration) yang mengizinkan seseorang mengambil ahli komputer orang lain via jaringan, baik jaringan lokal maupun jaringan internet. Virus macro untuk Access mulai muncul tahun ini juga. Salah satu kejadian yang paling menggemparkan pada tahun ini adalah ketika dua orang remaja asal California berhasil menyusup dan mengendalikan sistem komputer milik Departemen pertahanan USA, kantor-kantor pemerintahan, dan lembaga-lembaga swasta publik. Kecelakaan ini populer dengan istilah ‘Solar Sunrise’ karena OS yang banyak dipakai oleh komputer yang terserang tersebut adalah Sun Solaris. Selain itu, tahun ini juga merupakan tahun kemunculan Chernobyl, sebuah virus yang merusak sistem penyimpanan hardisk dan mampu mengacaukan sistem. Di Cina saja, kerugian mencapai 120 juta dollar AS. Untungnya, virus ini hanya menyerang OS Windows dan tidak menyerang OS macam Unix dan Novell Netware. Jika saja kedua OS belakangan juga terinfeksi maka kerugian yang terjadi bisa lebih besar karena Unix dan Netware banyak digunakan di sektor perbankan, pemerintahan, sekuritas, penerbangan, dan telekomunikasi.

1999 : Please welcome …… Melissa

Tahun ini benar-benar menjadi milik Melissa, virus macro yang memanfaatkan MS Word, Outlook Express dan jaringan internet dalam persebarannya. Melissa menjadi virus yang menyebar paling cepat dibanding virus-virus sebelumnya dan tentu saja menjadi katalis penjualan antivirus di seluruh dunia.
Bubble Boy muncul dan menjadi virus pertama yang tidak bergantung pada user untuk melakukan aksinya. Jadi, ketika seorang penerima attachment Bubble Boy ini membuka program mail manager-nya seperti Ms Outlook, maka sang virus tidak harus menunggu untuk dibuka dahulu file attachment-nya. Virus Corner muncul melengkapi deretan malware yang gemar menjangkiti prodik-produk Microsoft. Kali ini yang menjadi sasaran adalah Ms Project.
Tristate menjadi virus pertama yang mampu menginfeksi tiga varian Ms Office sekaligus, yaitu Ms Word, Excel, dan Power point.

2000 : waktunya katakan cinta dengan ‘I Love You’

Seorang pemuda Filipina diketahui sebagai pembuat virus ‘I Love You’. Modus kerja virus ini menyerupai Melissa tetapi lebih canggih dan lebih menghancurkan dibanding Melissa sendiri. Jika Melissa hanya mengambil 50 daftar e-mail yang ada di komputer yang terjangkiti kemudian mengirimkannya kepada komputer lain melalui internet, maka I Love You tidak hanya mengambil 50, tetapi semua. Hebatnya lagi, semua informasi tentang e-mail yang diambil dari adress book komputer tersebut, seperti username dan password akan dikirimkan ke alamat sang penulis virus. Plus kemampuan menghapus file-file yang berekstensi *.MP3, *.MP2, dan *.JPG.

2001 : Kournikova, Code Red, dan Nimda

Virus ‘Anna Kournikova’ yang menggunakan gambar petenis muda bersinar dari Rusia sebagai umpannya bekerja dengan cara mengirimkan dirinya sendiri ke e-mail yang ada di Adress Book Ms Outlook. Munculnya virus ini membuat para analis security khawatir bahwa jangan-jangan di luar sana para pembuat virus tidak perlu lagi harus bersusah payah untuk memikirkan algoritma yang rumit dalam proses pembuatan virus dikarenakan oleh tersedianya tool-tool pembuatan virus yang mudah didapat di internet.
Code Red membuat dunia heboh ketika daya (resource) semua komputer yang berhasil dijangkitinya dapat ia gunakan untuk membuat jatuhnya sistem pada website gedung putih (White House). Kerugian yang dihasilkan oleh virus ini di USA mencapai sekitar $ 2 Milyar. Padahal, komputer yang diserang oleh virus tersebut hanyalah komputer yang menggunakan windows 2000 server dan windows NT sebagai OS-nya.

Tepat sehari setelah kejadian penghancuran gedung WTC pada 11 September 2001 muncullah Nimda. Virus ini dianggap sebagai salah satu virus yang paling pintar di dalam riwayat sejarah virus karena ia memiliki lima jenis cara/metode untuk menginfeksi sistem dan mereplikasi dirinya sendiri.

Pada tahun ini sang penulis virus Melissa, David L. Smith (33 tahun), akhirnya berhasil ditangkap dan dimasukkan ke penjara federal Amerika Serikat selama 20 tahun.

2002 : worm Klez dan para superstar

Klez, worm ganas yang menyebar melalui internet. Uniknya, setelah dia mengirimkan kopi dari dirinya sendiri kepada semua korbannya, yaitu semua e-mail yang berada dalam folder Ms Outlook, Klez kemudian membuat hidden Copy dari file asli yang dijangkitinya. Selain itu, worm populer ini juga mampu menonaktifkan beberapa produk antivirus yang sudah terinstall terlebih dahulu di komputer korban.
Melanjutkan sukses virus ‘Anna kournikova’ yang mampu menghebohkan dunia maya sebelumnya, hadirlah kemudian beberapa virus yang menggunakan nama selebritis hollywood sebagai ‘detonator’-nya. Selebritis tersebut antara lain, Britney Spears, Shakira, dan Jennifer Lopez.

2003 : Slammer dan Sobig, lagi-lagi cacing, worm…

worm ‘Slammer’ sejatinya merupakan worm yang relatif ramah dan biasa-biasa saja. Namun, daya serangnya (penyebarannya) dan kecepatan duplikasinya (setiap 8,5 detik terjadi replikasi) benar-benar mampu mengguncang dunia. Dalam waktu 10 menit sejak kemunculannya, ia mampu menginfeksi 75.000 komputer. worm ini mengakibatkan kerusakan yang signifikan pada dunia bisnis, diantaranya adalah melumpuhnya mesin-mesin cash milik bank sehingga tidak bisa online dan tertundanya beberapa penerbangan yang pengurusan tiketnya dikerjakan oleh komputer yang telah terinfeksi.
Dan ternyata, Sobig juga worm. worm ini tercatat sebagai ‘cacing’ yang disukai oleh para spammer. Mengapa ? Karena Sobig dapat menjadikan setiap komputer yang ia jangkiti menjadi titik relay (tongkat estafet) bagi para spammer utnuk menyebarkan replika Sobig secara massal kepada korban yang akan dituju.

2004 : MyDoom, Netsky, Bagle, dan Sasser … whoever win, we are lose !

MyDoom alias Novarg dikenal sebagai virus yang menyebar paling cepat dalam sejarah dunia virus, mengungguli Melissa yang populer pada tahun 1999. virus ini menyebar melalui e-mail dan software file sharing. Ia memikat calon korban dengan cara memberitahukan kepada mereka bahwa salah satu e-mail yang telah mereka kirimkan sebelumnya telah gagal terkirim. Hal ini merupakan sebuah trik cerdik nan sederhana untuk mengelabui para korban. Motif sesungguhnya dari virus ini adalah sebagai alat bagi para hacker untuk melancarkan serangan DoS (Denial of Service) kepada server komputer SCO Inc. (Santa Cruz Operation), dan berhasil. Setelah serangan DoS terjadi, yaitu pada tanggal 1 September 2004, situs perusahaan yang dibenci kalangan open source ini sempat offline beberapa hari. Saking seriusnya, SCO rela memberikan reward sebesar $ 250.000,00 bagi mereka yang mampu memberitahukan siapa dibalik pembuatan virus ini.

Sven Jaschan, remaja sekolah menengah asal Jerman mengaku menulis Sasser. worm ini tidak menyebabkan kerusakan teknis pada komputer, hanya saja ia mampu mengakibatkan beberapa komputer yang diinfeksinya menjadi lambat dan me-reboot dirinya sendiri tanpa dikehendaki oleh sang user. Tercatat, beberapa perusahaan besar menjadi korban worm ini. Seperti maskapai penerbangan kebanggaan Inggris, British Airways, Britain’s Coast Guard, RailCorp Australia, dan bahkan dua rumah sakit di Swedia gagal meng-online-kan 5000 komputer mereka karena worm ini. Ketika ditanya oleh polisi Jerman mengenai motif dibalik pembuatan worm ini, Jaschan menjawab bahwa Sasser ditulis untuk menghadapi para Spammer yang berada di balik pembuatan Baggle dan MyDoom.

Netsky ditulis oleh Jaschan untuk menghadapi serangan spammer yang menggunakan Bagle dan MyDoom. Jadi ketika Bagle dan myDoom sedang mengeset aksinya untuk menjadikan setiap komputer yang diinfeksinya sebagai tempat pembuangan bulk mail, Netsky akan melakukan sebaliknya.
Sejarah besar terjadi pada bulan Juni tahun ini ketika virus ponsel pertama, Cabir, muncul menjadi calon momok yang menakutkan bagi para pengguna ponsel yang berbasis OS Symbian berkemampuan Bluetooth. Disusul oleh Duts yang menyerang Pocket PC dan PDA.

4. Masa Depan Virus Komputer

Beberapa tahun dari sekarang sebenarnya sudah dapat dipastikan bahwa akan semakin banyak virus-virus baru lahir. Entah itu yang ganas, biasa, atau ‘ramah’. Sementara itu, semua pakar sepakat bahwa virus-virus komputer yang lama atau klasik tidak akan mengalami kematian, hal ini wajar dan memang sangat sesuai dengan sifat-sifat virus biologis pada kenyataannya. Patut diingat oleh semua pengguna komputer di atas planet bumi bahwa tidak akan ada istilah ‘mati’ untuk program komputer, dan virus komputer itu pun sejatinya merupakan sebuah program komputer yang akan ‘hidup’ atau bergerak sesuai dengan kode penyusun (source code) yang telah dibuat oleh sang penciptanya. Jadi, jika sebuah virus berada pada lingkungan yang ‘benar’ maka otomatis dia akan melaksanakan alghoritma jahatnya tanpa pilih kasih. Maklum, virus tidak diciptakan untuk bertoleransi. Namun para pengguna komputer juga jangan menjadi ‘virusphobia’, yang sangat ketakutan, sehingga takut memegang komputer sekali pun. Tak ada penyakit yang tidak ada obatnya, dalam artian, jika kita terus melakukan update antivirus kita secara teratur maka tidak ada yang patut dirisaukan secara berlebih-lebihan.

Virus di SmartPhone

Bila kita mencoba melihat jauh ke depan ke dalam gelombang kemajuan TI (Teknologi Informasi) maka akan semakin jelaslah bahwa komputer itu tidak hanya desktop atau laptop yang sudah umum kita temui. TabletPC, Ponsel, atau PDA yang terlihat kompak dengan genggaman tangan pun sejatinya sudah pantas jika disebut sebagai komputer. Khususnya untuk produk-produk keluaran terbaru yang telah diinjeksi dengan varian sistem operasi macam Symbian OS atau Ms Windows Mobile untuk ponsel, atau Palm OS dan Ms Windows PocketPC untuk PDA.

Berdasarkan fakta di atas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa suatu hari gadget-gadget tersebut pasti akan dijangkiti oleh virus. Dan terbukti, benar! Untuk SmartPhone, setelah Cabir hadir dan menyebar dengan bantuan Bluetooth yang terinfeksi, menyusullah dua malware terbaru, yaitu Mosquito dan Skull Trojan. Mosquito merupakan sebuah game yang bekerja di Symbian, lucunya selain dapat menghibur penggunanya ia juga secara diam-diam mengirimkan pesan (sms) ke nomor-nomor tertentu yang bersifat layanan (service) berbayar, sehingga menyebabkan lenyapnya pulsa ponsel tersebut. Lain halnya dengan Skull Trojan, program shareware yang di download dari salah satu situs internet ini dapat mengakibatkan tidak berfungsinya aplikasi-aplikasi yang berjalan pada smartphone anda plus jejak yang manis dengan mengganti icon-icon program aplikasi tersebut dengan icon-icon bergambar tengkorak. Satu-satunya kebaikan yang ditinggalkan oleh Trojan ini adalah ketika ia masih mengizinkan anda untuk berhallo-hallo ria, tapi itu saja, cukup itu saja.

Gambaran di atas benar-benar tidak bisa dianggap remeh. Terlebih di era mobile seperti ini, di mana kelancaran suatu aktivitas sudah menjadi sangat tergantung dengan keberadaan gadget tersebut. Sebut saja mobile banking, aktivitas yang mengandung uang secara lambat laun akan dimanfaatkan oleh para pembuat virus untuk menciptakan varian yang tidak hanya merusak sistem ponsel tersebut tetapi juga mampu mengirimkan data-data tertentu yang sifatnya rahasia kepada sang pembuat virus. Nomor telepon dalam phonebook misalnya. Wah, sebaiknya kita harus hati-hati mulai saat ini juga.

Antivirus untuk Smartphone

Pada quartal 4 (Q4) tahun 2004 kemarin, Nokia mulai melengkapi produknya dengan dukungan antivirus dari vendor besar, yaitu F-Secure. Adapun tipe yang dimaksud adalah Nokia 6670 dan Nokia 7710. Sementara F-Secure sendiri dengan bangga menyatakan bahwa antivirus mereka dirancang untuk dapat bekerja secara real-time dan otomatis melalui mekanisme sms yang telah dipatenkan. Selain Nokia, layanan antivirus dari F-Secure juga digunakan oleh Elisa, salah satu operator seluler yang menawarkan jasa antivirusnya melalui jaringan nirkabel kepada pelanggannya.
Spamming

Pengguna komputer di Indonesia mungkin tidak akan mempercayai bila 70% virus di dunia adalah virus-virus yang disebarkan dengan teknik spamming. Ini wajar, karena tingkat penetrasi internet Indonesia sangat kecil bila dibandingkan dengan negara-negara seperti Amerika Serikat, China, dan negara-negara Eropa Barat. Walhasil, kebanyakan virus yang populer di Indonesia adalah virus-virus yang menyerang floppy disk, meskipun pada awal penyebarannya juga menggunakan internet. Sebut saja Pesin yang berasal dari palembang, ibukota Propinsi Sumatera Selatan. Lain ceritanya dengan negara-negara besar tersebut, di sana virus-virus yang populer diantaranya Netsky, MyDoom, Baggle, Sasser, beserta semua variannya.

5. Motivasi para pembuat virus

Menurut Bapak Antonius Alfons Tanujaya, Direktur PT Vaksin.com, ada beberapa hal yang menjadi tujuan para pembuat virus ketika menyebarkan karyanya. Pertama, aktualisasi diri. Penulis virus jenis ini umumnya memiliki kemampuan programming yang cukup tinggi, ia menginginkan agar seluruh dunia tahu bahwa dirinya pintar. Kedua, iseng (script kiddie). Tipikal ini membuat virus dengan bantuan aplikasi-aplikasi pembuat virus yang banyak tersedia di internet. Ketiga, ingin pamer. Keempat, promosi. Virus yang ditulis oleh tipe keempat ini selain membuat kerusakan pada sistem juga bertujuan untuk mempromosikan sesuatu yang ingin di jual oleh penulisnya. Contohnya adalah penulis C Brain yang mempromosikan toko komputer milik penulisnya di Pakistan.

Selain motivasi di atas, ada beberapa motivasi lain yang sangat merisaukan pengguna komputer, antara lain ; penulis virus yang menciptakan virusnya untuk mengirimkan data-data komputer yang diserangnya demi kepentingan jahatnya, penulis virus yang ingin menyampaikan pesan-pesan tertentu atau isi hatinya kepada dunia, misalnya virus pesin, dsb.

Mengatasi Virus di Flash Disk

Postingan ini aku aslinya sudah basi atau barangkali teman-teman sudah pada bisa mengatasi masalah virus di flash disk. mungkin post ini hanya sekedar mengingatkan kembali bagaimana cara mengatasi virus di flash disk. berikut tips cara mengatasi virus di flash disk.

Makin meningkatnya penggunaan flash disk, membuat pembuat virus mengalihkan sasarannya ke media penyimpanan yang simple tersebut, bukan hanya menanamkan virus tetapi juga efek yang dihasilkan beraneka ragam, salah satunya isi yang ada di flash disk, seperti file atau folder disembunyikan (Hidden). Gimana cara menanggulangi kasus tersebut? , coba ikuti langkah-langkah di bawah ini.

Menghilangkan virus

Langkah Pertama

  1. Pastikan antivirus terupdate
  2. Masukkan flash disk ke PC atau Laptop
  3. Jangan membuka kotak dialog yang muncul ketika flash disk dimasukkan ke PC atau laptop.

Langkah kedua

  1. Buka windows Explorer atau My Computer
  2. Klik kanan mouse di posisi drive flash disk, biasanya F:
  3. Kemudian pilih scan virus sesuai anti virus yang digunakan (“ingat”, biasakan antivirus terupdate)

Mengembalikan data

Setelah virus benar hilang dari flash disk, sekarang saatnya mengembalikan data yang disembunyikan (Hidden). Berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka Command Prompt, bisa dengan cara klik Start – Run- ketik cmd atau command (untuk Windows 98/ME).
  2. Setelah terbuka jendela command prompt, kemudian ketik attrib -h -r -s -a /s /d f: (dengan catatan berada di drive C, sebagai contoh; C:\Documents and Settings\Papa> attrib -h -r -s -a /s /d f: )
  3. Lalu setelah perintah tersebut diketikkan, kemudian enter.
  4. Apabila langkah no.2 tidak berhasil, anda pindahkan posisinya dari drive C ke drive flash disk (biasanya F), untuk memindahkan posisi drive, ikuti langkah berikut, apabila posisi flash disk di komputer atau laptop ada di drive F, maka (sebagai contoh) ; C:\Documents and Settings\Papa> F: kemudian enter maka akan pindah ke drive F:\>
  5. Setelah berada di posisi drive flash disk kemudian ketik perintah yang sama dengan langkah no.2, namun untuk f: yang berada di belakang dihilangkan, sebagai contoh : F:\> attrib -h -r -s -a /s /d , kemudian enter.
  6. Sesudah proses tersebut, sekarang coba cek folder atau file yang ada di flash disk.

Mengatasi Virus Lokal

Akhir-akhir ini virus lokal (virus buatan orang Indonesia dan menyebar kebanyakan di negara Indonesia) kembali bermunculan. Sebut saja Kangen, Pesin, hingga yang terbaru adalah Tabaru.A Riyani Jangkaru.

Virus buatan lokal ini menyebar bukan melalui email atau jaringan komputer, tapi melalui USB Flashdisk ataupun Disket. Hal ini juga yang menyebabkan tingkat penyebaran virus tersebut sangat cepat karena tingkat penggunaan USB Flashdisk dan Disket sebagai media penyimpanan cukup tinggi.

Virus-virus lokal yang akhir-akhir ini bermunculan memiliki kemiripan satu sama lain. Ciri-ciri virus-virus lokal itu biasanya adalah sebagai berikut:

  1. Menyebar melalui media penyimpanan disket ataupun USB Flashdisk
  2. Mengelabui calon korban dengan menyamarkan file virus (Executable File *.exe) dengan sebuah file lainnya seperti Word (*.doc), JPG (*.jpg), atau bahkan menyamar sebagai sebuah folder.
  3. Ketika menginfeksi komputer korban akan menonaktifkan Task Manager, Regedit, dan Sysconfig agar aktivitas virus tidak dapat diterminate.
  4. Biasanya mengkopikan dirinya pada folder %SYSTEM% (C:\Windows\System\)
  5. Menulis key di registry windows agar virus dijalankan setiap kali Windows start.
  6. Payloadnya berupa puisi, lirik lagu, surat terbuka, atau hal-hal lain yang tidak berbahaya (bandingkan dengan virus-virus buatan luar yang payloadnya berupa virus lain lagi!)
Melihat kesamaan ciri dari virus-virus lokal yang ada sekarang ini, maka penanggulangan virus-virus lokal menurut saya sangat mudah untuk dilakukan. Diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Miliki sebuah program Task Manager alternatif yang dapat digunakan untuk menterminate virus bila Task Manager Windows dinonaktifkan oleh virus. Penulis menggunakan Process Explorer (www.sysinternals.com)
  2. Selalui sediakan sebuah file registry windows (*.reg) untuk mengaktifkan kembali registry yang diblok oleh virus. File ini dapat dibuat menggunakan program editor standar seperti Notepad (petunjuk pembuatan file ini dapat dibaca dibawah)
Ya, berbekal dua tools diatas dijamin anda dapat membereskan sendiri virus-virus lokal.

Sekarang bagaimana bila komputer anda telah terinfeksi? Berikut langkah-langkah menghilangkan virus tersebut dari komputer anda:
  1. Yang paling pertama harus anda lakukan adalah menterminate virus tersebut. Bagaimana caranya? Gunakan program Task Manager alternatif anda. Lalu bagaimana mengetahui virus tersebut? Caranya gampang-gampang susah, tapi biasanya virus itu akan diberi nama yang mirip dengan program yang ada di komputer anda untuk mengelabui anda. Sebagai contoh, virus Pesin menyamar dengan nama ssEvtMgr.exe (mirip dengan daemon Norton AV ccEvtMgr.exe). Tapi terkadang ada yang diberi nama yang mencolok hingga mudah dikenali, seperti virus Kangen menggunakan nama Kangen.exe.
  2. Setelah virus diterminate, langkah selanjutnya adalah membersihkan komputer anda dari virus ini. Yang pertama kali anda lakukan adalah menghapus virus tersebut. Bagaimana mengetahui letak virus tersebut? Ketika anda menjalankan Process Explorer, maka path lokasi virus juga akan ditampilkan. Segera buka folder tempat virus tersebut, dan hapus.
  3. Langkah berikutnya adalah memperbaiki system Windows anda dengan cara mengeksekusi file registry windows (tool nomor 2)
  4. Dan langkah terakhir adalah membersihkan virus ini dari registry windows anda. Biasanya virus akan menulis sebuah value pada key berikut ini:
    HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
    HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\RunOnce
    HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\RunOnceEx
    HKEY_CURRENT_USER\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
    Pergi ke key-key diatas dan periksa apakah ada value yang mencurigakan (atau periksa path yang ditunjuk oleh key, periksa yang menunjuk ke file virus yang anda temukan)
  5. Hapus value tersebut (jangan lupa untuk membuat backup terlebih dahulu dengan mengekspor key yang valuenya akan anda hapus)
    (PERHATIAN: hati-hati dalam mengedit registry anda!! jika anda tidak mengerti ada baiknya meminta pertolongan orang yang lebih mengerti!! kerusakan registry anda bukan tanggung jawab penulis)
Nah, demikianlah penjelasan singkat mengenai virus-virus lokal dan cara menanggulanginya. Bila ingin bertanya lebih lanjut dapat menghubungi saya di gandhi.mtm@gmail.com.

Lampiran:
Cara membuat file registry pertolongan:
  1. Jalankan editor anda (penulis menggunakan Notepad)
  2. Kopi dan paste tulisan dibawah ini

    REGEDIT4

    [HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System]
    "DisableRegistryTools"=dword:00000000

    [HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System]
    "DisableTaskMgr"=dword:00000000

  3. Simpan dengan nama bebas (biasakan memberi nama yang jelas seperti rescue) tapi dengan ekstension reg, sebagai contoh: "rescue.reg" (dengan tanda petik)


Ilustrasi (Ist.)

California - Para peneliti di perusahaan peneliti virus, Virus Bulletin merilis hasil terbaru tes virus komputer VB100. Tes ini melibatkan bermacam produk dari perusahaan antivirus terkemuka.

Dari tes ini terungkap bahwa produk dari vendor ternama macam Kaspersky, Trend Micro dan Sophos termasuk yang gagal melindungi komputer secara penuh saat melawan sekumpulan anti virus yang diujicoba. Khusus bagi Kaspersky, ini bukanlah yang pertama kalinya mereka gagal dalam tes VB100 tersebut.

"Cukup mengejutkan melihat performa buruk dari berbagai produk dalam tes ini. Mengecewakan, melihat produk-produk besar gagal melindungi komputer dari program jahat yang ancamannya serius di dunia," keluh John Hawes, konsultan teknis Virus Bulletin.

Dalam tes ini, VB100 mengumpulkan seratus virus Windows 2000 yang dikoleksi dari laboratorium maupun situs-situs. Agar lulus tes, produk anti virus dituntut untuk bisa mengidentifikasi seluruh sampel program jahat dan tak boleh membuat identifikasi salah dengan menganggap program yang aman sebagai program jahat.

Hasilnya, Kaspersky gagal dalam tes ini karena tak mampu mengidentifikasi sebuah virus dalam daftar. Sementara, Sophos tak dapat mengidentifikasi delapan program jahat. Di samping itu, untuk keempat kalinya Trend Micro juga gagal mengidentifikasi empat virus yang disertakan dalam tes.

Dilansir Vnunet dan dikutip detikINET, Kamis (6/12/2007), produk anti virus lain yang gagal termasuk Tools Spyware Doctor dan Norman Virus Control. Sementara perusahaan-perusahaan yang produknya lulus tes VB100 ini diantaranya Symantec, McAfee, Sunbelt, BitDefender dan Microsoft.

Fransiska Ari Wahyu - detikinet

Angelina Jolie (Softpedia)

Jakarta - Perusahaan keamanan Sophos menobatkan Tojan Horse bernama "Pushdo" sebagai malware (program jahat) paling mengancam di bulan November, dengan persentase 29,3 persen. Virus ini disebarkan dengan iming-iming gambar bugil Angelina Jolie atau Britney Spears.

Di tempat kedua, virus yang populer adalah W32/Traxg dengan persentase ancaman 23,6 persen, sedangkan di tempat ketiga ada W32/Netsky dengan persentase 17,8 persen. Dua posisi terakhir ditempati oleh W32/Strati dengan persentase 2,8 persen dan W32/Bagle dengan persentase 1 persen.

"Keberhasilan Pushdo menempati posisi pertama menandakan kesuksesan para penjahat dunia maya untuk menciptakan berbagai cara menebar virus secara cepat. Pengguna komputer diiming-imingi dengan gambar bugil Britney atau Angelina Jolie. Dan ternyata cara ini berhasil," ujar Graham Cluley, konsultan teknologi di Sophos, seperti dikutip detikINET dari Softpedia, Selasa (4/12/2007).

"Tak disangka, Traxg mengancam di posisi kedua. Ini menunjukkan fakta bahwa worm sederhana masih bisa menyusup ke komputer. Hal ini mengindikasikan bahwa banyak pengguna komputer dan perusahaan yang lalai menginstal antivirus, bahkan antivirus yang paling dasar sekalipun," tambah Cluley.

Ancaman virus ini mengingatkan pengguna untuk selalu melindungi komputer, khususnya inbox. Abaikan pesan-pesan e-mail yang meragukan atau tak dikenal, karena siapa tahu di antara email-email tersebut terdapat ancaman virus berbahaya.

Fino Yurio Kristo - detikinet

Ilustrasi (ist)

Inggris - Pakar keamanan komputer memperingatkan adanya sebuah virus yang berjalan di sistem operasi Windows yang mampu mencuri informasi detail account login bank. Bulan lalu saja, program jahat ini dilaporkan membawa sampai 5000 korban, kebanyakan di Eropa.

Disebutkan, virus bernama Mebroot ini berbahaya karena mampu menyembunyikan diri dengan baik di dalam Windows untuk mencegah deteksi program anti-virus. Program jahat ini selanjutnya berusaha membobol bagian hardisk komputer bernama Master Boot Record (MBR).

"Jika Anda mampu mengendalikan MBR, Anda akan mampu juga mengendalikan sistem operasi komputer," tandas Elia Florio dari perusahaan Anti Virus terkemuka Symantec, seperti dikutip detikINET dari BBC, Senin (14/1/2008).

Sekali virus berhasil masuk, program jahat yang lain seperti keyloggers akan terunduh juga untuk mencuri informasi penting, setelah itu siap-siap bobol lah data rekening Anda. Lebih dari 900 institusi keuangan dilaporkan terinfeksi virus ini yang akan aktif begitu sang pemilik login pada sistem online perbankan.

Disebutkan pula, hanya sedikit anti virus komersial yang mampu mendeteksi keberadaan Mebroot. Mebroot yang diduga diciptakan penjahat internet dari Rusia ini bahkan tak akan bisa dihapus selama komputer masih menyala.

Adapun sistem operasi Windows XP, Windows Vista, Windows Server 2003 dan Windows 2000 beresiko terkena serangan Mebroot. Kini, sejumlah perusahaan anti-virus pun sedang mencari cara yang ampuh untuk melumpuhkan program jahat tersebut.

Jakarta - Event bergengsi World Cup 2006 sudah di depan mata. Waspadalah! Sebuah trojan baru telah menyebar tadi malam. Trojan ini berpose sebagai wall chart World Cup 2006, dimana pengguna bisa menjajaki progress tim jagoan mereka di final World Cup.

Adalah Haxdoor-IN Trojan, muncul sebagai sebuah file attachment berisi deskripsi grafik lewat e-mail. Sampai sejauh ini, e-mail yang beredar hanya berbahasa Jerman. Tapi pakar keamanan menduga e-mail dalam bahasa lain kemungkinan juga sudah menyebar.

"World Cup adalah salah satu ajang olahraga terbesar tahun ini, dan para penggemar sepakbola di seluruh dunia sangat mengikuti perkembangan tim nasional mereka secara antusias," kata Graham Cluley, Senior Teknologi Konsultan di Sophos.

Cluley menambahkan, pembuat malware mencoba memanfaatkan antusias penggemar untuk menginfeksi sebanyak mungkin PC (personal computer) pengguna, agar bisa memata-matai dan merampas kontrol komputer korban.

Sekali diaktifkan, Trojan akan mengubah file registry PC dan menginstal malware. Hal ini memungkinkan penyerang mengontrol komputer korban.

Hati-hatilah. Perhatian phisher kini sedang tertuju pada Anda para maniak bola. Dengan mengiming-imingkan banyak hadiah yang menggiurkan, termasuk tiket gratis ke Final Piala Dunia 2006 yang akan berlangsung di Jerman, Juni mendatang.

Sebelumnya, di kompetisi run-up World Cup 1998 di Perancis, virus lain juga sudah menjalar dan banyak menginfeksi PC para penggemar sepakbola. Virus akan menghapus semua data dari hard drive.

Dewi Widya Ningrum - detikinet

Isi file tati.my.love.txt

Jakarta - Virus Tati My Love menyembunyikan folder/subfolder dan membuat file duplikat di dalam flash disk. Virus ini tergolong tidak terlalu jahat karena tidak merusak data.

Virus berukuran 198 KB ini, menurut keterangan resmi yang diterima detikINET, Rabu (16/1/2008), memalsukan diri sebagai folder berekstensi SCR dan bertype "Screensaver". Berikut cara 'menghabisinya':

Langkah 1:
Matikan "system restore" selama proses pembersihan berlangsung (bagi yang menggunakan Windows XP). Disarankan untuk melakukan pembersihan virus pada Safe Mode.

Langkah 2:
Matikan proses virus dengan nama tati.exe (icon Folder). Untuk mematikan proses virus tersebut silahkan gunakan tools seperti "proceexp". Tools ini dapat di-download di alamat http://download.sysinternals.com/Files/ProcessExplorer.zip

Langkah 3:
Cari dan hapus file dengan nama tati.exe di direktori C:\Windows dan C:\Documents and Settings\All Users\Start Menu\Programs\Startup

Langkah 4:
Hapus file duplikat yang dibuat pada flash disk Anda. Untuk mempercepat proses penghapusan, Anda dapat menggunakan menu "Search Windows". Sebelum melakukan pencarian sebaiknya tampilkan terlebih dahulu file/folder yang disembunyikan. Berikut cara untuk menampilkan file/folder yang disembunyikan dan mencari file virus.

  1. Buka [Windows Explorer]
  2. Klik menu [Tools], kemudian klik [Folder Options]
  3. Pada layar "Folder Options", klik tab [View]
  4. Pada folder [Hidden files and folders], hilangkan tanda centang pada opsi [Hide extensions for known file types] dan [Hide protected operating system files (recommended)]
  5. Lalu klik tombol [Ok]

Untuk mencari dan menghapus file virus:
  1. Buka Windows Explorer, kemudian klik kanan di lokasi Flash Disk, lalu klik "Search..."
  2. Setelah muncul layar "Search Result", pada kolom "All or part of the file name" isi dengan ekstensi *.SCR
  3. Pada kolom "Look in" pastikan sudah menuju ke lokasi flash disk yang akan diperiksa.
  4. Klik menu "What size is it", kemudian pilih opsi Specify size (in KB). Pilih "at most", isi dengan ukuran "198".
  5. Setelah itu klik menu "More Advanced option", kemudian beri tanda centang pada Searh system folders, Search hidden files and folders, Search subfolders.
  6. Kemudian klik tombol "Search" untuk memulai proses pencarian.
  7. Setelah berhasil ditemukan, hapus file virus yang mempunyai ukuran 198 dengan ekstensi SCR (Screen Saver) dengan icon "Folder"

Langkah 5:
Tampilkan kembali file/folder yang sudah disembunyikan oleh virus pada flash disk Anda dengan cara:

  1. Klik [Start] menu
  2. Klik [Run]
  3. Pada dialog box [Run] ketik "CMD" tanpa tanda kutip, kemudian tekan tombol [Ok].
  4. Setelah muncul Dos Prompt, pindahkan kursor ke lokasi flash disk. Contoh jika flash disk Anda adalah E: maka ketik perintah E: kemudian tekan tombol [Enter].
  5. Setelah kursor berada di drive E (flash disk), ketik perintah: ATTRIB –s –h /s /d

Langkah 6:
Rajin-rajin men-scan komputer dengan anti virus yang ter-update.

Langkah ke 7:
Berdoalah agar apa yang kamu lakukan berhasil.

Virus Bukan Lagi Ancaman Utama

Jakarta - Menurut hasil penelitian yang berbeda dari Fortinet dan Sophos, virus bukanlah lagi ancaman utama dunia maya. Lalu apa?

Tingginya distribusi dan arus lalu lintas dari Trojan dan spyware rupanya berhasil menghilangkan dominasi virus, sebagai ancaman terbesar dunia maya.

"Meskipun worm e-mail menempati posisi teratas dalam jajaran pengacau dunia maya, tetapi ancaman terbesar pada keamanan teknologi informasi justru adalah Trojan," ujar Carole Theriault, konsultan keamanan senior di Sophos.

Soal virus, Netsky masih menjadi virus yang paling banyak beredar. Pasalnya virus ini telah bertahan selama lebih dari 2 tahun dalam dunia maya.

Kurangnya kesadaran pengguna untuk meng-update anti virus, menjadi pemicu awetnya keberadaan virus ini.

Selain itu para pengguna komputer juga harus waspada dengan adanya worm yang menggunakan pesan instan untuk menyusup kedalam sistem komputer. Demikian dikutip detikINET dari Vnunet Rabu (3/5/2006).

detikinet.com

Dewi Widya Ningrum - detikinet

Bunga Citra Lestari berbikini (Ist.)

Jakarta - Virus Bonek atau Love-chaca memalsukan diri sebagai file gambar JPEG dengan nama "Bikini Bunga Citra Lestari". Vaksincom mendeteksi virus ini sebagai W32/SillyFDC.F, dengan ukuran file 122 KB dan ekstensi .exe.

Dalam keterangan tertulis Vaksincom yang diterima detikINET, Jumat (11/1/2008), Love-chaca sulit untuk dimatikan baik dalam kondisi normal, safe mode maupun safe mode with command prompt. Karena sulitnya melakukan pembersihan, maka ada beberapa langkah yang bisa anda pilih untuk membasmi virus tersebut.

Cara 1:

Pengguna komputer yang terkena virus Love-chaca bisa melakukan pembersihan dengan menjadikan drive/harddisk yang terinfeksi menjadi slave. Sebelumnya pengguna bisa me-rename file msvbvm60.dll pada direktory C:\Windows\System32, menjadi file yang diinginkan yang nantinya bisa di-rename kembali seperti semula jika virus sudah terhapus.

Untuk menghapus secara manual file-file virus yang sudah ada, anda bisa menggunakan fitur searching di Windows. Tampilkan terlebih dahulu folder Windows yang di-hidden dengan menggunakan dos command prompt. Caranya:

  • Klik [start], kemudian klik [run]
  • Ketik [cmd]
  • Pada dos prompt, ketik perintah attrib -s -h /s /d, kemudian tekan enter (sebelumnya pastikan Anda berada pada direktori C:\WINDOWS), contoh C:\WINDOWS>attrib -s -h /s /d
  • Untuk mengembalikan file yang disembunyikan di drive lain, lakukan langkah di atas tetapi sebelumnya anda ganti terlebih dahulu lokasi drive yang akan dicek [contoh D:\>attrib -s -h /s /d]

Cara 2:

Gunakan Linux Live CD seperti Knoppix/Ubuntu. Anda bisa melakukan pembersihan virus sama seperti langkah-langkah di atas yaitu dengan mencari file virus yang berukuran file 122 kb, berextension .exe dan bertipe application.

Cara 3:

Gunakan Windows Live CD/Bart PE/Mini PE. Melalui Live CD tersebut kita dapat melakukan pembersihan sekaligus melakukan repair registry yang dibuat oleh virus. Pembersihan virus tersebut tidak jauh berbeda dengan langkah-langkah di atas, hanya saja dapat kita sertai dengan repair registry yang telah dibuat oleh virus (seperti halnya membuka registry editor melalui Windows).

String yang perlu kita ubah yaitu pada :
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\winlogon
Userinit = C:\windows\system32\userinit.exe
Shell = explorer.exe
System =

Ubah string registry yang terinfeksi menjadi string registry seperti diatas. Jika sudah diubah, maka restart komputer anda, dan bisa melakukan booting melalui harddisk anda yang sudah dibersihkan dan di-repair registry-nya.

Kemudian lakukan repair registry kembali untuk mengembalikan setingan windows menjadi normal. Salin script di bawah ini dengan program notepad, kemudian save as dengan nama repair.vbs (ubah save as type menjadi all types). Kemudian jalankan dengan dobel klik file tersebut.

Jika komputer anda menggunakan Windows NT/2000, ubah script berikut:
oWSH.Regwrite "HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon\userinit","C:\Windows\system32\userinit.exe,"

Menjadi

oWSH.Regwrite "HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon\userinit","C:\Winnt\system32\userinit.exe,"

Cara 4:

Hapus alamat URL yang sudah dibuat oleh W32/SillyFDC.F pada Host file Windows [C:\Windows\System32\Drivers\Etc\Host]. Untuk mempermudah proses penghapusan, anda dapat menggunakan tools "HOSTER". Tools ini dapat di-download di alamat http://www.funkytoad.com/download/HostsXpert.zip.

Jalankan tools tersebut dan hapus alamat url yang ada dengan klik tombol "Restore Microsoft Original Host File" untuk restore Host file tersebut ke Host file asli tanpa harus memilih satu persatu alamat url yang akan dihapus.Disarankan juga untuk rajin men-scan komputer dan meng-update anti virus dengan update terbaru.

detikinet.com

Tanda-Tanda Komputer Kena Virus …!!!

Virus komputer merupakan hal yang sering mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Virus komputer biasanya menyebar tanpa sepengetahuan kita, dari satu komputer ke komputer yang lain. Salah satu media penyebaran virus komputer adalah melalui e-mail. Setelah Anda menjalankan attachment pada e-mail maka kadang-kadang Anda masih tidak sadar bahwa yang Anda jalankan tersebut adalah sebuah virus komputer.

Apa saja tanda-tanda atau indikator adanya virus komputer di komputer Anda? Silakan saja lihat beberapa tanda-tanda berikut ini.

  • Komputer Anda berjalan lebih lambat dari biasanya dan itu berlangsung secara konsisten.
  • Komputer tiba-tiba berhenti atau tidak merespon dan hal tersebut sering terjadi.
  • Komputer tiba-tiba restart atau crash dan ini terjadi beberapa menit sekali.
  • Komputer tiba-tiba restart dan tidak bisa berjalan normal kembali.
  • Aplikasi komputer tidak berjalan dengan semestinya.
  • Hardisk atau disk drive tidak bisa diakses.
  • Aktivitas print tidak bekerja dengan semestinya.
  • Sering terjadi pesan error yang aneh dan tidak biasanya.
  • Sering terlihat menu atau dialog box yang rusak.

Hal tersebut di atas merupakan gejala umum bahwa suatu komputer terinfeksi oleh virus komputer, tetapi itu bisa juga terjadi akibat dari gangguan pada hardware atau juga software. Solusi utamanya ialah dengan melakukan instalasi antivirus yang selalu up-to-date.

Bagaimana Menghapus Rontokbro?

Wicaksono Hidayat - detikinet

Tampilan korban Rontokbro (vaksincom)

Jakarta - Rontokbro mendominasi serangan virus komputer di Indonesia. Bagaimana cara menghapusnya? Berikut tips dari Vaksincom:

Satu cara yang efektif untuk mencegah Rontokbro adalah dengan menggunakan antivirus yang memberikan support lokal sehingga definisinya dapat mengimbangi munculnya varian baru Rontokbro yang sampai saat ini masih terus dikeluarkan.

Cara membersihkan Rontokbro:

1. Lakukan pembersihan melalui "safe mode"
2. Matikan proses virus

Untuk mematikan proses tersebut sebaiknya jangan menggunakan program pocket killbox atau HijackThis karena komputer akan langsung restart jika Anda menjalankan tools ini, kami sarankan untuk menggunakan tools lain seperti PROCEXP.EXE dapat didownload di situs http://www.sysinternals.com/Utilities/ProcessExplorer.html.

Hapus proses dengan cara "klik kanan nama proses" dan pilih "kill process tree", agar tidak salah dalam penghapusan cari proses yang mempunyai icon "folder", seperti
- smss.exe
- services.exe
- winlogon.exe

Atau Anda juga dapat melakukan langkah berikut:

a. Restart komputer dan masuk dalam mode "safe mode with command prompt", dengan cara menekan tombol [F8] ketika komputer restart, hal ini dimaksudkan agar virus Rontokbro tidak aktif pada posisi "safe mode" dan komputer tidak melakukan restart selama proses pembersihan.

b. Setelah masuk mode "Command Prompt" tekan tombol [CTRL] + [ALT] + [Del] secara bersamaan, kemudian pilih [Task Manager], setelah layar Task Manager muncul, klik menu [File] pilih [New Task (Run..), kemudian ketik [explorer] pada jendela [create new task file] setelah itu klik enter.

c. Kemudian akan muncul layar desktop (layaknya masuk ke mode "safe mode")

d. Aktifkan kembali fungsi registry editor dan hapus string yang dibuat oleh virus, tulis script seperti yang ada pada angka [3], kemudian simpan menjadi nama file "repair.inf", setelah itu jalankan file tersebut dengan cara: klik kanan file [repair.inf] kemudiani pilih [install]

e. Hapus option [Smss], [Empty] dan [Sempalong] pada msconfig ditabulasi [startup)

f. Agar "Folder option" pada windows explorer dapat muncul, restart kembali komputer dan lakukan seperti langkah pada point (a dan b)

g. Setelah komputer masuk ke mode "safe mode" tampilkan semua file yang disembunyikan (lakukan perubahan ini pada "folder option", lihat point [5], selanjutnya ikuti petunjuk pembersihan Rontokbro seperti yang ada pada point (6-9)


3. Tulis script berikut dan simpan di notepade beri nama file repair.inf, jalankan file tersebut (klik kanan [repair.inf] pilih [install]), hal ini dimaksudkan untuk mengaktifkan kembali fungsi registry editor, menampilkan kembali [folder option] serta menghapus string yang telah dibuat oleh virus:

[Version]

Signature="$Chicago$"

Provider=Vaksincom



[DefaultInstall]

AddReg=UnhookRegKey

DelReg=del



[UnhookRegKey]

HKLM, Software\CLASSES\batfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"

HKLM, Software\CLASSES\comfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"

HKLM, Software\CLASSES\exefile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"

HKLM, Software\CLASSES\piffile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"

HKLM, Software\CLASSES\regfile\shell\open\command,,,"regedit.exe "%1""

HKLM, Software\CLASSES\scrfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"

HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon, Shell,0,"Explorer.exe"



[del]

HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System,DisableRegistryTools

HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System,DisableCMD

HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer,NoFolderOptions

HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run,Tok-Cirrhatus

HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run,Bron-Spizaetus


4. Restart komputer dan masuk kembali ke mode "safe mode" jangan ke posisi "normal" karena file induk dari virus ini masih ada (eksplorasi.exe dan sempalong.exe)

5. Tampilkan file yang disembunyikan, lakukan perubahan pada [folder Option]

6. Hapus file yang dibuat oleh Rontokbro

- C:\Windows dengan, nama file eksplorasi.exe (hidden)
- C:\windows\shellnew, dengan nama sempalong.exe(hidden)
- C:\WINDOWS\system32, dengan nama %username"s Setting.scr (hidden)
- C:\Windows\pss, dengan nama file [Empty.pifStartup]
- C:\Documents and Settings\%user%\Local Settings\Application Data dengan nama file:
- Bron.tok-[x]-[y], di mana [X] dan [Y] menunjukan angka
-- Loc.Mail.Bron.Tok
-- Ok-SendMail-Bron-tok
-- csrss.exe
-- inetinfo.exe
-- Kosong.Bron.Tok.txt
-- lsass.exe
-- NetMailTmp.bin
-- services.exe
-- smss.exe
-- Update.3.Bron.Tok.bin
-- winlogon.exe
-- smss.exe

7. Edit kembali file autoexec.bat di direktori C:\ dan hapus baris perintah [pause]

8. Hapus scheduled tasks yang dibuat oleh Rontokbro (klik [Start], [Settings], [Control Panel], kemudian klik 2 kali menu [scheduled tasks].

9. Hapus file yang dibuat oleh virus, untuk lebih cepatnya gunakan fasilitas [search]

- Klik [Start]
- Klik [Search], kemudian klik [For Files or Folders]
- Kemudian pilih [All files or Folders]
- Klik option [What size is it ?]
- Kemudian pilih option [Specify Size (in Kb)]
- Pada kombo Box, pilih [At most] kemdian isi ukuran file dengan angka [43], setelah itu klik [Search]
- Setelah proses pencarian selesai, sortir berdasarkan ukuran (size), kemudian hapus file yang mempunyai ukuran 42 kb, jangan sampai terjadi kesalahan dalam penghapusan file karena ada beberapa file windows yang mempunyai ukuran 42 kb, cari file yang icon folder dengan extension. EXE.

10. Untuk pembersihan lebih cepat sebaiknya Anda gunakan antivirus yang sudah dapat mengenali Rontokbro.N jangan lupa update antivirus yang terinstall, sebagai informasi antivirus Norman dengan up-date terakhir sudah dapat menganali virus ini engan baik.

Tips terhindar dari serangan virus lokal:

1. Jangan sembarangan dalam melakukan pertukaran data melaui disket/usb
2. Pastikan disket/USB Flash Drive bersih dari virus dengan melakukan scan terhadap disket/usb sebelum digunakan.
3. Kenali jenis file yang akan dijalankan
4. Biasakan untuk menampilkan extensi file, hal ini dimaksudkan untuk mengetahui jenis file sebelum dijalankan.
5. Rajin mengikuti perkembangan virus
6. Install antivirus yang mempunyai dukungan lokal dan update otomatis

detikinet.com

Virus

Virus mancanegara

Viking dengan total infeksi 39.331 insiden ; 23,98 % memotori virus mancanegara sebagai virus yang paling banyak beredar di Indonesia dan “jelas” harus di waspadai. Virus ini memiliki kemampuan mengubah dan mengupdate dirinya ke internet sehingga dengan mudah dapat mengelabui program antivirus yang pernah mendeteksinya. Sebenarnya rahasi kedigdayaan Viking bukan pada kemampuannya mengupdate dirinya tetapi pada metode infeksinya dimana ia mengeksploitasi default share Windows IPC$, C$ sehingga komputer yang tidak melakukan sharing sekalipun akan mampu di infeksinya. Khusus untuk pengguna Windows 2000 yang terhubung ke jaringan intranet yang terinfeksi Viking akan sangat sulit dibasmi karena Viking memanfaatkan satu celah keamanan yang mampu menginfeksi komputer Windows 2000 yang tidak melakukan share sekalipun. Sedikit diketahui oleh pengguan komputer, rupanya Small.KI / Kamasutra (peringkat 13, 1.918 insiden ;1,17%)juga memiliki kemampuan infeksi default share yang mirip dengan Viking dan hal ini menjelaskan rahasia keberhasilannya bertahan sampai hari ini sebagai virus yang paling banyak menyebar dan panjang umur.

Tiga virus mancanegara lain yang perlu diwaspadai adalah Sohanad (peringkat 4, 14.104 ; 8,60) virus yang menyebarkan dirinya dengam memanfaatkan kontak YM (Yahoo Messenger) dari komputer yang berhasil di infeksinya. Teknik ini sangat efektif karena penerima pesan YM tidak akan curiga temannya dari YM akan sengaja menjerumuskan / menjahatinya dengan mengirimi virus yang kemudian akan menggiring korban penerima pesan YM ke situs Phishing untuk mengambil username dan password Ymnya sekaligus menginstal virus Sohanad ke komputernya. Jika anda terinfeksi Sohanad / pernah mengunjungi website Phishing yang linknya dikirimkan oleh teman anda (dan teman anda ketika ditanya malah bingung karena tidak merasa mengirimi link kepada anda) Vaksincom menyarankan SEGERA ganti password Yahoo Account anda sebelum diambil oleh pembuat virus ini. Setelah Sohanad, virus yang perlu anda waspadai adalah Detnat (peringkat 6, 8.551 insiden ; 5,21 %) yang diperkirakan berasal dari Korea. Virus ini menyebarkan diri dengan cara menginfeksi network share dan menggunakan teknologi rootkit untuk menyembunyikan dirinya. Ia juga mendownload dan menjalankan PWStealer setelah mengunduhnya dari beberapa website Korea. Diikuti Solow (peringkat 7, 7.300 insiden ; 4,45 %) yang memiliki ciri khas menambahkan header “Hacked by Godzilla” atau “Hackd by Zay” pada browser komputer yang berhasil di infeksinya. Virus mancanegara lain yang perlu diperhatikan adalah Sality (peringkat 14, 1.895 insiden ; 1,16 %). Sality adalah PE Infector yang memiliki hbungan erat dengan jawara lama Bagle (musuh besar Netsky yang masih wara wiri di internet sampai hari ini). Sality di download oleh beberapa varian Bagle dan akan menginjeksinya dirinya ke dalam proses yng sedang berjalan. Sality akan mengenkrip dirinya terlebih dahulu sebelum menginjeksi file induk (host) guna menyembunyikan keberadaannya. Sality juga menyebarkan dirinyamelalui sharing intranet.

Spyware

Dua spyware yang perlu diwaspadai adalah Vundo dan Agent. Jika anda masih asing dengan Vundo, coba lihat nama lainnya, VirtuMonde atau VirtuMundo. Vundo (peringkat 9, 4.549 insiden ; 2,77 %) menunjukkan bukti bahwa Spyware Never Die. Vundo akan mengakibatkan komputer korbannya menampilkan pop up dan mempromosikan program gratisan lain yang tidak lain dan tidak bukan adalah spyware juga. Vundo menunjukkan satu hal yang menarik dimana ia tidak mengeksploitasi celah keamanan produk Microsoft tetapi sebaliknya ia mengeksploitasi celah keamanan Java 1.5 (dan sebelumnya) yang di keluarkan oleh SUN. Hal ini memang menunjukkan kecenderungan malware yang mulai mengincar celah keamanan aplikasi non Microsoft yang berjalan pada platform Windows. Sebabnya bukan karena aplikasi Microsoft tidak memiliki celah keamanan melainkan karena keberhasilan metode patching yang dilakukan oleh Microsoft menurunkan waktu rentan, dimana pada OS Windows XP (service pack 2 ke atas) dan Windows Vista (termasuk MS Office) berhasil menurunkan waktu rentan antara ditemukannya celah keamanan baru dan patchingnya menjadi sangat singkat sehingga peluang untuk di eksploitasi juga menurun dengan signifikan. Rahasia dari keberhasilan ini adalah patching otomatis yang secara default dijalankan pada saat instalasi OS / aplikasi Windows baru. Ibarat Sun Tzu, para pembuat virus tidak kalah cerdik. Jika aplikasi dan OS Microsoft sulit di eksploitasi, maka mereka mulai mengincar aplikasi non Microsot seperti Adobe Acrobat (lihat munculnya virus Pidief yang mengeksploitasi celah keamanan Adobe Acrobat lama) dan tidak tertutup celah keamanan aplikasi populer yang berjalan di OS Windows akan dieksploitasi seperti WinZip, WinAmp, Thunderbird dan Firefox.

Pop up yang dimunculkan oleh Vundo akan mengiklankan program (umumnya spyware lain) seperti Sysprotect, Storage Protector dan WinFixer. Vaksincom menyarankan anda untuk menghindari mendownload dan menjalankan program-program di atas.

Setelah Vundo, spyware lain yang perlu di waspadai adalah Agent (peringkat 10, 2.609 insiden ; 1,59 %). Spyware ini termasuk spyware KB (keluarga besar) yang mengeluarkan variannya ibarat kelinci atau tikus yang sekali beranak jumlahnya puluhan. Sampai saat ini varian Agent mencapai puluhan ribu varian. Payload varian Agent yang mengkhawatirkan adalah membuka akses komputer korbnnya sehingga dapat dikuasai oleh komputer lain.

Virus Lokal

Rupanya Rontokbro dan variannya masih tetap memiliki gigi (ini gigi beneran bukan 11 januari :P). Meskipun secara total persentase virus lokal kalah dari virus mancanegara tetapi Rontokbro masih tetap memimpin di peringkat 2 dan hanya dikalahkan oleh Viking. Total infeksi Rontokbro dan variannya adalah 32.399 insiden ; 19,75 % diikuti oleh Lightmoon di peringkat 3, 15.088 insiden ; 9,30 %. Virus Kespo berada di peringkat 5 dengan total insiden 8.764 ; 5,34 %. Sesuai perkiraan, peak virus Kespo adlaah bulan November 2007. Virus lokal lain yang menjadi perhatian adalah VBWorm (Visual Basic Worm) yang meskipun hanya berada di peringkat 11, 2.156 insiden ; 1,31 % tetapi sebenarnya kalau digabungkan dengan “saudaranya” VB.IU (peringkat 24, 658 insiden ; 0.40 %) dan VB.Troj (peringkat 25, 529 insiden ; 0.32 %) maka peringkatnya akan naik satu menggeser Agent.

Virus lokal yang perlu menjadi perhatian kali ini adalah Autorun (peringkat 8, 7.175 insiden ; 7.37 %). sebenarnya autorun ini merupakan metode infeksi virus lokal yang bertujuan untuk membuat virus mampu menginfeksi komputer secara otomatis tanpa perlu bantuan pihak ketiga. Seperti kita ketahui, berbeda dengan worm yang mampu beraksi dan menyebarkan dirinya sendiri (umumnya karena mengeksploitasi celah keamanan) virus lokal tidak memiliki kemampuan menyebarkan dirinya sendiri dan harus melakukan rekayasa sosial agar dijalankan oleh pengguna komputer. Rekayasa sosial itu adalah memalsukan Icon dirinya menjadi icon MS word, Excel, Folder dan Icon JPG. Meskipun metode ini cukup efektif, tetapi tetap memiliki satu kelemahan dimana jika pengguna komputer tidak mengklik file virus, maka virus tidak akan bisa berjalan. Karena itu pembuat virus lokal mencari akal bagaimana supaya virus dapat otomatis berjalan setiap kali UFD (USB Flash Disk) bervirus dicolokkan pada komputer lain. Akhirnya pembuat virus menemukan cara dengan memanipulasi “autorun”. Seperti kita ketahui, CD Rom memiliki fiturautorun dimana setiap kali CD dimasukkan maka komputer secara otomatis akan menjalankan CD tersebut dengan mengakses file Autorun. Nah, fitur autorun ini diadopsi oleh virus dan ditanamkan pada UFD yang di infeksinya sehingga setiap kali mencolokkan UFD bervirus akan secara otomatis menjalankan virus tersebut tanpa bantuan pihak ketiga dan menjadikan virus lokal naik kelas memiliki kemampuan penyebaran seperti worm :).

Untuk detail 20 virus yang paling banyak penyebar di Indonesia selama periode November 2007 – Januari 2008 dapat dilihat pada tabel 1 dibawah ini :


Tabel 1, Malware Top Indonesia November 2007 – Januari 2008

;;

TML/JavaScript

Template © by Abdul Munir