Jakarta - Debut sistem operasi terbaru Windows Vista semakin dekat. Microsoft akan menggratiskan salinan Windows Vista ke beberapa penguji beta di Microsoft Connect, yang melaporkan sedikitnya ada satu bug.
Microsoft Connect sendiri merupakan situs dan layanan beta resmi Microsoft.
Beberapa penguji beta, seperti dilansir techweb dan dikutip detikINET, Senin (20/11/2006), nantinya bisa men-download dan menginstal kode final Vista Business atau Vista Ultimate secara cuma-cuma (gratis). Kode final dan product keys Vista kabarnya akan diberikan Microsoft ke pelanggan MSDN dan TechNet dalam waktu dekat.
Menurut blogger Windows Robert McLaws, gratisan Vista itu hanya berlaku bagi para penguji beta terpilih yang melaporkan setidaknya satu bug di Vista. Sedangkan penguji coba yang tergabung di Customer Preview Program (CPP), meski ada yang melaporkan bug, tidak mendapatkan gratisan itu.
Terkait hal ini, salah seorang user yang dikenali sebagai "Fairness" menuliskan kekecewaannya lewat sebuah comment di blog McLaws. "Jika Microsoft adil, harusnya anggota CPP yang melaporkan bug juga mendapatkan salinan Vista karena mereka juga punya kontribusi terhadap kesuksesan Vista," tulisnya.
"Saya sudah melaporkan lebih dari 20 bug, tapi saya bukan penguji beta resmi. Apakah tidak ada salinan Vista gratis untuk saya?" ujar salah seorang user lain.
Pastinya, salinan Vista secara gratis ini hanya diperuntukkan untuk penguji terpilih. Windows Vista sendiri rencananya akan diluncurkan untuk konsumer retail 30 Januari 2007. Sistem operasi anyar itu akan dibandrol mulai harga US$ 199 hingga US$ 399.
Label: windows vista
Ilustrasi (inet)
Jakarta - Sistem operasi Windows Vista ternyata bikin baterai laptop jadi boros. Baterai akan 'terkuras' lebih cepat dari yang diharapkan. Peringatan itu disampaikan sendiri oleh sang pembuat software Microsoft.
Menurut raksasa software asal Redmond itu, konfigurasi beberapa wireless access point tidak cocok dengan mode "power-saving" Wi-Fi yang ada di Windows Vista. Hal itu diakui Microsoft bisa membuat boros dan mengurangi umur baterai laptop.
"Hasil pengujian Microsoft dan pelanggan kami menunjukkan, beberapa pengguna Windows Vista beta mengalami masalah dalam hal konektivitas saat hendak terhubung ke hotspot Wi-Fi publik," papar senior manajer produk Microsoft Jason Leznek, dalam tulisannya di blog Vista, yang dikutip detikINET, Selasa (12/12/2006).
Umumnya, jelas Leznek, sebab utama permasalahan itu adalah karena tidak kompatibelnya akses point atau hardware router dengan protokol power-save 802.11.
Perusahaan menyarankan agar pengguna mengubah setting-an default mode "power saving", yang akan menguras baterai secara periodik, ke mode power-intensive.
"Skema "power-saving" untuk 802.11 wireless adapter sebenarnya bergantung pada akses point. Tapi masalahnya, banyak akses point yang tidak mengimplementasikan atau mendukung fitur "power-save" dengan benar," jelasnya lagi.
Untuk meyakinkan pelanggan bisa terhubung ke hotspot nirkabel, Microsoft mengubah setting-an tersebut sebelum Vista dilempar ke pabrikan bulan lalu. Dijelaskan lagi, pengguna juga bisa mengganti mode "power-saving" melalui menu "power options" yang ada di control panel Vista.
Label: windows vista
Ilustrasi (diolah)
Jakarta - Kaspersky Lab, perusahaan antivirus asal Rusia telah mempersiapkan antivirus terbaru mereka yang dapat dijalankan pada sistem operasi terbaru Microsoft, Windows Vista.
Anti virus terbaru ini adalah Kaspersky Anti-Virus 6.0 yang di-bundle dengan paket internet sekuriti. Meskipun baru dirilis versi betanya, namun aplikasi ini diklaim dapat berjalan menyesuaikan dengan cara kerja Vista.
Diawal kemunculan Vista, para pengamat industri memprediksikan para pembuat aplikasi keamanan dirasa sulit untuk berkompetensi dengan memasukkan aplikasi buatannya untuk dijalankan di Vista. Pasalnya, Vista dikembangkan dengan berbagai tool sekuriti termasuk kapabilitas antivirus didalamnya.
Hal ini mendorong perusahaan pembuat aplikasi keamanan seperti, Symantec dan McAfee untuk memotong harga aplikasi milik mereka agar dapat bersaing dengan Microsoft.
Meskipun begitu, petinggi Kaspersky menyatakan tetap akan memberikan alternatif pilihan aplikasi kepada konsumen yang akan menggunakan Vista, walaupun didalamnya telah ada berbagai tool keamanan.
"Banyak dari konsumen kami (Kaspersky) yang tertarik untuk menggunakan Vista, dan kami telah siap menyediakan aplikasi keamanan yang terbaik dengan Kaspersky," ujar Steve Orenberg, Presiden Kaspersky, seperti dilansir PC Magazine dan dikutip detikINET, Selasa (02/01/2007).
Kaspersky Anti-Virus 6.0 siap dirilis dengan kemampuan perlindungan serangan malware, sementara paket internet sekuritinya dipersiapkan dengan pertahanan untuk melawan adware, spam dan gangguan dari hacker.
Sampai saat ini, Kasperky belum memberikan publikasi soal tanggal pasti peluncuran produk ini ke pasaran
Label: windows vista
Windows Vista (ist.)
Jakarta - Dunia maya dikejutkan dengan kehadiran benda misterius yang mengundang penasaran para blogger. Sebuah drive USB dari Microsoft berisi kunci chiper, catatan dan video dari seorang wanita bernama Loki.
Para blogger yang menerimanya bersaksi, 'hadiah' tersebut tertanda dengan alamat pengembalian yang ditujukan pada kantor pusat Microsoft di Redmond, Amerika Serikat. Hingga akhirnya, petunjuk tersebut mengarah ke sebuah situs dan menggiring penerimanya ke "Vanishing Point".
Hampir beberapa minggu lamanya para blogger, gamer dan ahli teknologi mencari petunjuk benda itu, dan akhirnya terjawab sudah rasa penasaran mereka. Apa benda itu sesungguhnya?
Vanishing Point merupakan kolaborasi skala besar game puzzle online dan offline. Menurut Microsoft, Vanishing Point adalah bagian dari kampanye pemasaran Vista.
Pemain harus mendaftarkan diri untuk bisa mendapatkan taruhan, yang merupakan hadiah pertama untuk melanjutkan permainan ke sub orbital space yang disebut Microsoft sebagai "the ultimate vista". Selanjutnya bekerja sama dalam forum dan situs kolaborasi yang dinamai "wikis" untuk menjawab pertanyaan yang diberikan Loki, sang "Puzzle Master" Microsoft.
Secara khusus, Microsoft juga mengundang para blogger cerdik datang ke taman air mancur Hotel Bellagio, Las Vegas. Ratusan blogger datang ke acara yang diadakan malam hari tersebut demi menyaksikan gambaran Loki, yang diproyeksikan di atas permukaan air dan menghantarkan pesan samar berisi petunjuk soal tanggal dan jam saat puzzle Loki akan dikirimkan ke situs Vanishing Point.
Loki akan datang ke lebih dari 10 kota mulai saat ini hingga peluncuran Vista untuk consumer, 30 Januari mendatang. Kota terakhir yang dikunjungi adalah Miami, Phoenix, Berlin dan Seattle. Vanishing Point sendiri, dikutip detikINET dari newsfactor, Jumat (12/1/2007), ditujukan bagi konsumen Microsoft yang siap membeli Vista.
"Mereka boleh memberi tahu saya apapun tentang produk tersebut," ujar Brian Marr, manajer penjualan Vista.
Marr menambahkan, diatas semua gembar-gembor software tersebut, kampanye ini juga bertujuan memberikan penghargaan bagi konsumen terbaik Microsoft. Disamping mendapatkan kesempatan mengemudikan kendaraan angkasa luar di Rocketplane Ltd.Inc, juga mendapatkan hadiah seperangkat komputer, konsol Xbox dan pemutar musik digital Zune, serta salinan Windows Vista.
Marr menolak memberikan identitas asli Loki, namun ia berjanji hadiah menanti bagi siapa saja yang berhasil membongkar identitas Loki. Nama pembongkarnya, akan digoreskan pada batch mikroprosesor buatan Advanced Micro Devices Inc.
Label: windows vista
Box Windows Vista (microsoft)
Jakarta - Microsoft Corp. akan menjual sistem operasi Windows Vista secara online di internet. Langkah ini terbilang baru bagi Microsoft mengingat selama ini perusahaan selalu menjual Windows di CD dalam kemasan atau langsung menginstalnya (pre-loaded) di komputer.
Rencana ini diumumkan perusahaan software asal Redmond Amerika Serikat itu pada Rabu (17/1/2007) malam. Penjualan online juga akan diberlakukan untuk software Office 2007. Versi konsumer untuk kedua software ini akan dirilis 30 Januari. Untuk tahap awal, penjualan online ditujukan hanya untuk konsumen di Amerika Utara.
Penjualan secara online ini menargetkan konsumen yang sebelumnya telah memakai sistem operasi Microsoft Windows XP, dan ingin bermigrasi ke Vista tanpa melakukan penggantian komputer. Namun Vista mensyaratkan spesifikasi komputer yang lebih tinggi, di mana tidak semua komputer yang menjalankan XP dapat menjalankan Vista.
Promo
Microsoft juga menggelar program promo untuk konsumen yang membeli Vista dengan cara biasa. Untuk segmen konsumer, Vista terdiri dari empat versi yaitu Home Basic dengan harga ritel US$199, Home Premium (US$239), Business (US$299), dan Ultimate (US$399). Dalam program yang baru ini, saat konsumen membeli salah satu versi, mereka tetap akan diberi versi yang setingkat lebih tinggi, yang disertakan di hardisk komputer atau di CD yang sama.
Jika konsumen ingin melakukan upgrade ke versi yang lebih tinggi, mereka cukup mengklik fungsi "Windows Anytime Upgrade", membayar biaya upgrade secara online lalu menerima kunci lisensinya (license key). Biaya tambahan yang harus dibayar untuk melakukan upgrade adalah: dari Home Basic ke Home Premium (US$79), Home Basic ke Ultimate (US$199), Home Premium ke Ultimate (US$159), atau Business ke Ultimate (US$139).
Microsoft juga menggelar program promosi yang memungkinkan konsumen membeli Vista Ultimate dengan bonus Vista Home Premium seharga US$50 untuk dua komputer lainnya. Demikian seperti dilansir Associated Press dan dikutip detikINET, Kamis (18/1/2007).
Label: windows vista
Windows Vista (diolah/ist.)
Jakarta - Ingin mencoba Windows Vista sebelum memutuskan untuk membeli? Microsoft menjawab keinginan itu melalui situs "Windows Test Drive", gratis.
Vista kini bisa diuji coba dulu sebelum konsumen berniat membelinya. Raksasa software asal Redmond itu saat ini sudah memiliki situs online yang digunakan sebagai test drive. Langkah ini dilakukan Microsoft guna memerangi pemalsuan dan pembajakan software.
"Pengguna kini dapat mengakses preview Vista pada situs "Windows Test Drive," ujar Cori Hartje, direktur Genuine Software Initiative (GSI).
Dilansir PC World dan dikutip detikINET, Selasa (23/1/2007), situs tersebut menampilkan lingkungan Vista secara virtual. Pengguna juga akan ditunjukkan cara yang benar dalam melakukan pengujian software.
Sekalipun pengguna tidak ingin men-download Vista secara keseluruhan, beberapa software akan terinstal di komputer mereka. Test drive ini juga akan menilai harware komputer pengguna dan mengeveluasi apa saja yang harus diperbaharui agar Vista bisa diinstal. Tak hanya itu, Microsoft juga menawarkan preview gratis Office 2007.
Pembajakan
Di kesempatan yang sama, Hartje juga membicarakan tentang kemajuan program GSI, yang dirilis Microsoft pada Juli 2005 untuk menghindari produksi software palsu dan bajakan.
Dikatakan Hartje, Microsoft gencar menggalakkan program Windows Genuine Advantage (WGA). WGA sendiri merupakan program yang digelar Microsoft untuk mengetahui keaslian software. Salah satunya berisi software anti pembajakan yang mengumpulkan informasi dari PC (komputer) pengguna dan mengecek apakah PC tersebut memakai salinan Windows bajakan atau tidak.
Melalui program ini pulalah, pengguna software Microsoft bisa melapor jika mereka menerima software bajakan. Sejauh ini laporan yang sudah masuk sebanyak 56.000 laporan.
Banyak yang melempar kritik atas usaha anti pembajakan ini. Namun Hartje justru bersikukuh bahwa usaha ini hanya untuk meyakinkan konsumen agar benar-benar membeli software yang sah dari Microsoft. Hartje juga menyebutkan laporan yang dikumpulkan dari konsumen oleh Yankee Group, yang memperlihatkan bahwa pemakaian software palsu terkadang merugikan perusahaan itu sendiri.
Label: windows vista
Box Windows Vista (ist.)
Jakarta - Sistem operasi Windows Vista baru akan diluncurkan minggu depan untuk publik, tepatnya 30 Januari 2007. Belum lagi Vista dirilis, Microsoft sudah mulai sibuk mengembangkan Windows Vista Service Pack 1 (SP1).
Dilansir bitsofnews.com, melalui e-mailnya yang dikirimkan ke pelanggan di Technology Adoption Program Microsoft, perusahaan mengungkap bahwa pihaknya berencana merilis Vista SP1 itu sebelum akhir tahun 2007. Microsoft, seperti dilansir dari Vnunet, juga sudah menghubungi beberapa perusahaan yang bersedia menjadi penguji betanya.
Microsoft sendiri tidak merinci perubahan apa yang akan disertakan pada Vista SP1. Seperti yang dipaparkan di e-mailnya, yang akan menjadi fokus utama untuk Service Pack itu adalah regresi dari Windows Vista dan Windows XP, security dan masalah-masalah yang berdampak tinggi (high impact). Microsoft juga mengatakan akan bekerja sama dengan pelanggan untuk mengidentifikasi masalah ini.
"Kami berharap Windows Vista SP1 akan menjadi standar Service Pack termasuk untuk update keamanan serta perubahan lain yang difokuskan untuk memperbaiki kualitas keseluruhan sistem operasi," kata juru bicara Microsoft.
Dikatakan lagi, masih terlalu awal bagi Microsoft memastikan tanggal peluncuran SP1. "Secara umum kami berharap Vista SP1 akan dirilis pada timeframe yang sama dengan Service Pack Windows versi sebelumnya," jelas Microsoft seperti dikutip detikINET, Kamis (25/1/2007), dari Internet News.
Untuk diketahui saja, Service Pack 1 untuk Windows XP dirilis 11 bulan sesudah sistem operasi tersebut diluncurkan. Kapan pastinya Vista SP1 hadir? Kita tunggu saja.
Label: windows vista
Sudah sekitar sebulan Windows Vista diluncurkan. Namun, agaknya masih belum banyak perusahaan yang rela menggantikan Windows XP dengan sistem operasi terbaru dari Microsoft Corp. itu.
Pasalnya, migrasi sistem operasi komputer suatu perusahaan bukanlah sebuah pekerjaan sederhana. Apalagi Vista mensyaratkan spesifikasi peranti keras yang tinggi. Perubahan tadi tentu saja juga bakal membawa perubahan bagi peranti lunak aplikasi yang berjalan di atasnya.
Misalnya saja program antivirus dan virtual private network (VPN). "Saya baru akan menggunakan Windows Vista bila VPN serta antivirus langganan saya sudah kompatibel dengan Vista," ujar Russ Cooper, seorang analis keamanan informasi senior dari Cybertrust.
Walaupun McAfee telah mengeluarkan program antivirus yang bisa dijalankan di Vista, beberapa aplikasi lain, seperti antivirus dari Trend Micro dan Lotus Notes E-Mail and Collaboration dari IBM, belum kompatibel dengan Vista.
Begitu pula dengan VPN Clients dari Cisco System dan Check Point Software Technology. Bahkan produk Microsoft sendiri, seperti program untuk pangkalan data SQL Server 2005, belum dapat berjalan di atas Vista.
Tidak hanya masalah migrasi, Vista juga punya masalah dengan keamanan. Sistem operasi yang digembar-gemborkan paling aman oleh Microsoft itu ternyata tak luput dari bolong-bolong yang dapat dimanfaatkan oleh hacker.
Belum lama ini, pakar keamanan informasi dari Rusia dan Amerika menemukan beberapa kelemahan pada Vista. Salah satunya kelemahan yang bisa dimanfaatkan untuk menambah privilese pengguna terhadap sistem operasi yang digunakan.
Penambahan privilese pengguna ini bisa memberikan akses kendali seluruh operasi di komputer. Padahal sistem operasi modern, seperti Windows dan Unix, selalu memberlakukan pembatasan terhadap pengguna dan hanya memberikan kekuasaan penuh kepada orang tertentu, yaitu administrator.
Selain itu, kelemahan serius ditemukan pada kode software browser Internet Microsoft yang baru, yaitu Internet Explorer 7. Di sini ditemukan lubang yang menganga, yang sangat potensial terinfeksi oleh program jahat.
Menurut seorang eksekutif dari Determina, sebuah lembaga keamanan informasi yang berbasis di Redwood, California, kelemahan Internet Explorer 7 dapat digunakan oleh hacker untuk menyerang komputer atau mencuri informasi password.
"Pengguna Internet menjadi sangat potensial terinfeksi virus hanya dengan mengunjungi situs yang sudah dipasangi jebakan," kata Alexander Sotirov, pakar keamanan senior dari Determina.
Saat pengguna mengunjungi situs web berisi virus jebakan, program jahat akan masuk lewat lubang tadi dan menyetir kendali browser. Kemudian ia akan mengeksekusi kode program pada komputer, lalu mengambil alih kendali komputer pengguna.
Selain itu, hacker dapat menonaktifkan mail server yang menjalankan Microsoft Exchange. Caranya hanya dengan mengirimkan pesan surat elektronik yang telah terinfeksi virus jahat.
Kelemahan Vista tersebut juga diakui oleh Mike Reavey, Manajer Operasi Microsoft Security Response Centre. Namun, menurut dia, Microsoft belum menemukan sebuah program jahat (malware) yang berusaha memanfaatkan celah itu.
Saat ini Microsoft masih terus melakukan investigasi terhadap kelemahan-kelemahan Vista. "Walaupun mengetahui kelemahan pada Vista, saya tetap yakin Windows Vista merupakan platform yang paling aman untuk saat ini," kata Reavey.
Tentu saja optimisme Reavey harus dicermati. Bagaimanapun, sebuah sistem operasi baru perlu waktu untuk benar-benar terbukti keandalannya. Windows XP butuh dua service pack melalui beberapa tahun hingga sistem keamanannya terbukti. Sampai kini pun celah-celah kelemahan masih terus ditemukan secara rutin.
Apalagi, belum lama ini, seorang chief technology officer dari firma keamanan komputer yang berbasis di Tokyo mengaku menemukan sebuah forum diskusi komputer di bawah tanah yang memperjualbelikan informasi tentang kelemahan Windows Vista seharga US$ 50 ribu.
Nah, walaupun informasi itu masih sumir, dengan segala risiko yang ada, siapkah Anda untuk Vista? Ataukah pertanyaan patut dibalik: siapkah Vista untuk Anda?
Label: windows vista
Jakarta - PT Microsoft Indonesia ingin mempunyai data akurat mengenai penetrasi software bajakan di Indonesia. Untuk itu, mereka menjalankan invetigasi khusus terkait peredarannya di pasaran.
Hal itu diungkapkan Anti Suryaman, License Compliance Manager PT Microsoft Indonesia di sela-sela jumpa pers di Gedung Bursa Efek Jakarta, Kamis Petang (20/9/2007).
Anti mengatakan, pelaksanaan investigasi tersebut telah berlangsung secara kontinyu yang dimulai pada bulan Juli 2007, dan diperkirakan bulan November sudah mendapatkan hasilnya.
"Sebenarnya kita tidak pernah tahu berapa besar software palsu yang dipasarkan di Indonesia dan source-nya (sumber) dari mana, hanya dua hal itu saja harapan kita," tuturnya, kepada beberapa wartawan.
Paling tidak, Microsoft Indonesia mempunyai informasi yang lebih akurat dan real-time serta tidak hanya berdasarkan menurut laporan, tukasnya.
Investigasi yang dilakukan dalam bentuk survei tersebut, menurut Anti, dilakukan secara merata terhadap beberapa tempat seperti pasar, tempat perbelanjaan hingga perkantoran. Namun sayangnya, ia enggan untuk menjelaskan lebih detail tempat-tempat yang dimaksud dan di kota mana saja investigasi itu dijalankan. "Itu rahasia," ujarnya, singkat.
Label: windows vista
Jakarta - Bagi Anda pengguna Windows Vista, melalui Windows Media Center, Microsoft mulai menyajikan siaran TV Internet dari jaringan MSN dalam versi Beta secara gratis mulai hari ini (28/9).
TV gratis yang disponsori oleh YuMe advertising ini diperuntukkan bagi pengguna Windows Vista HOme Premium dan Ultimate yang terdapat Vista Media Center di dalamnya.
"Microsoft akan meluncurkan uji coba Internet TV Windows Media Center yang akan menayangkan lebih dari 100 jam hiburan dari video MSN, termasuk show, konser musik dan film trailer," ujar Microsoft seperti dikutip detikINET dari Softpedia, Jumat (28/9/2007).
Kehadiran TV internet nantinya memungkinkan pengguna Windows Vista Media Center untuk mengakses televisi dan video tanpa TV tuner dan melalui jaringan MSN.
"Dengan TV internet, pengguna dapat menikmati siaran berkualitas tinggi dari studio favorit dan network di Media Center," jelas Joe Belfiore, Wakil Presiden Divisi Hiburan dan Device eHome Microsoft.
Microsoft menambahkan bahwa seluruh isi siaran datang dari video MSN tersebut menyediakan lebih dari 100 jam siaran termasuk episode lengkap pertunjukan TV, konser musik, film berkualitas hingga berita-berita aktual dari MSNBC dan siaran olahraga dari FOX.
detiknet.com
Label: windows vista
Dewi Widya Ningrum - detikinet
Windows XP (ist.)
Jakarta - Siapa saingan terbesar Windows Vista di ranah sistem operasi? Bukan Apple atau Red Hat, kompetitor terbesarnya justru datang dari Microsoft sendiri, Windows XP.
Menurut Benjamin Gray, analis di Forrester Research Inc., sebanyak 32% dari perusahaan yang mereka survei menyatakan akan mengembangkan Vista menjelang akhir tahun depan. Masalahnya bukan terletak pada angka 32%-nya, namun pada keberhasilan perusahaan menstandarisasi Windows XP.
Windows XP terbukti masih digandrungi banyak perusahaan ketimbang Vista. Sebanyak 84% PC (komputer) perusahaan saat ini menggunakan sistem operasi Windows XP, dari 67% tahun lalu. Survei tersebut melibatkan hampir 600 perusahaan di Amerika Serikat dan Eropa, yang memiliki lebih dari 1.000 orang karyawan.
"Ada banyak sekali perusahaan yang menanti-nanti XP SP3," kata Gray. Terlebih, masih menurut Gray, Microsoft akan segera mengedarkan XP SP3 ke pasaran pada kuartal pertama 2008. Dan menurut laporan, sistem operasi tersebut akan menjadi Service Pack terakhir Windows XP. Demikian dikutip detikINET dari Computerworld, Jumat (16/11/2007).
"Saingan terbesar Vista bukanlah Apple, Novell atau Red Hat; tapi justru Microsoft sendiri yaitu XP," papar Gray lagi.
Spesifikasi Terlalu Tinggi
Hampir sepertiga perusahaan yang disurvei mengatakan bahwa mereka akan mengembangkan Vista menjelang akhir tahun 2008, sementara 17% mengatakan akan memulainya pada 2009 atau 2010.
Menilik ke hasil survei Mei 2006, sebanyak 40% perusahaan mengatakan bahwa mereka berencana mengembangkan Vista dalam setahun sejak Vista dikeluarkan. "Dari 40% yang merencanakannya, namun menjelang akhir tahun 2007, hanya 7% yang melakukannya," tukas Gray.
Menurutnya hal ini dikarenakan kurangnya informasi detil tentang Vista; terlalu mahalnya PC yang harus dibeli untuk bisa memakai Vista, dan banyaknya aplikasi yang tidak kompatibel dengan Vista.
"Ketidakkompatibelan aplikasi merupakan masalah besar, bikin pusing," kata Gray menyebutkan laporan dari perusahaan-perusahaan yang tengah bersiap migrasi ke Vista. Menurut perusahaan, aplikasi yang tidak kompatibel dengan Vista berkisar antara 10% hingga 40% dari portofolio software mereka. "Hal ini menyebabkan banyak toko yang menjual XP memilih mengambil pendekatan wait-and-see terhadap Vista," tegas Gray.
Label: windows vista
Box Windows Vista (ist.)
Seattle - Sistem operasi Windows XP rupanya masih bertaring meski harus berhadapan dengan penerusnya yang lebih canggih, Windows Vista. Pada tahun 2008 diperkirakan, performa Windows XP akan lebih cepat daripada Vista meski telah di-upgrade.
Hal ini diungkap berdasarkan hasil tes perusahaan Devil Mountain Software. Melalui sebuah simulasi, mereka mengungkapkan bahwa Vista lebih lambat 50 sampai 100 persen daripada kecepatan Windows XP Service Pack 2 (SP2).
Sementara dirilisnya upgrade Vista SP1 pada kuartal pertama 2008 diakui perusahaan ini memang bakal meningkatkan performa Vista. Namun, dengan adanya upgrade XP SP3 di paruh pertama 2008, performa XP juga akan meningkat 10 persen dari XP SP2.
Hasil tes ini menurut Chief Technology Officer Devil Mountain Software, Craig Barth, bisa mempengaruhi migrasi konsumen pada Vista. Namun Michael Cherry, analis lembaga Directions on Microsoft menegaskan bahwa konsumen tetap akan beralih ke Vista karena meski sedikit lebih lambat, Vista lebih stabil.
Hal senada juga diamini Benjamin Gray dari Forrester Research. Menurutnya, kalangan bisnis akan beralih ke Vista untuk tetap mendapat dukungan teknis dari Microsoft di masa depan.
Lalu bagaimana tanggapan pihak Microsoft mengenai hasil simulasi ini? Microsoft seperti dilansir International Bussiness Times yang dikutip detikINET, Senin (3/12/2007) mengatakan bahwa tes tersebut belum bisa dijadikan suatu patokan. Alasannya karena masih terlalu dini.
Label: windows vista
Amerika Serikat - Dalam situsnya, Microsoft mengungkap berbagai perbaikan yang akan diusung dalam update Windows Vista Service Pack 1 (SP 1) yang dirilis awal tahun depan. Tak tanggung-tanggung, 300 perbaikan disertakan dalam update tersebut.
Daftar perbaikan yang bisa diunduh sebanyak 47 halaman dari situs Microsoft ini bahkan dinyatakan belum lengkap. Microsoft pun memaparkan bakal menambah lebih banyak perbaikan dan tambalan lagi dalam versi final Vista SP 1 nantinya.
Dalam update tersebut, perbaikan termasuk pada bagian optical disk yang menjadi blank ketika diformat dengan Vista Live File System serta tambalan untuk pesan error ketika file besar dikopi dari komputer berbasis Vista ke komputer lain dalam jaringan.
Update lain ditujukan untuk meningkatkan performa video streaming Internet Explorer. Menurut Microsoft, sebagian perbaikan dalam daftar ini sudah bisa diunduh. Namun sayangnya, SP 1 dikatakan belum bakal memperbaiki sejumlah masalah kompabilitas yang terjadi di Vista, terutama bagi pengguna yang menjalankan berbagai aplikasi bisnis.
Publikasi update besar tersebut kontradiktif dengan pernyataan Michael Sievert, Vice President Marketing Microsoft di bulan Maret lalu. Kala itu, seperti dikutip detikINET dari InformationWeek, Jumat (14/12/2007), ia menyatakan tak akan ada perbaikan besar-besaran dalam SP 1 Vista. Namun sepertinya, karena banyaknya keluhan terhadap Vista 'memaksa' Microsoft untuk berubah pikiran.
Label: windows vista
Dewi Widya Ningrum - detikinet
Windows Vista (ist.)
Jakarta - Versi terbaru Windows Vista dan Windows Server kini sudah memasuki tahap Ready to Manufacturing (RTM). Microsoft mulai mengapalkan Vista Service Pack 1 (SP 1) dan Windows Server 2008 ke para manufaktur secara global.
Vista SP1 akan mulai tersedia di pasaran mulai Maret 2008, diawali dari pelanggan yang telah memanfaatkan Microsoft Volume Lisensing. Sedangkan Windows Server 2008 akan tersedia di pasar untuk para pelanggan baru per 1 Maret 2008.
Vista SP1 hadir dengan sejumlah peningkatan kualitas dan performa. Dirilisnya Vista SP 1 diharapkan dapat membantu para pelanggan yang menghadapi kendala dalam hal kualitas, optimalisasi infrastruktur, dan penambahan dukungan bagi teknologi baru dan standard. Aplikasi SP1 diklaim lebih baik dan kompatibilitasnya mampu menyingkirkan semua kendala tersebut.
"Vista SP1 mengusung lebih dari 450 perbaruan dan menyajikan 50% peningkatan kecepatan operasi file serta kompatibilitas aplikasi 10 kali lipat lebih banyak dibandingkan versi awal," tutur Lukman Susetio, Windows Client Product Manager PT Microsoft Indonesia melalui keterangan resmi yang diterima detikINET, Rabu (6/2/2008).
Sementara itu, Windows Server 2008 diklaim merupakan satu-satunya Windows Server yang paling banyak diuji coba oleh para professional TI sebelum peluncuran resminya, dibandingkan dengan versi-versi sebelumnya. Hal ini terbukti dari jumlah versi beta dan evaluasinya yang telah diuji coba sebanyak lebih dari 2 juta kopi di seluruh dunia dan 100.000 kopi di Indonesia.
Windows Server 2008 memberikan solusi virtualisasi yang memungkinkan professional TI menekan biaya, meningkatkan penggunaan perangkat keras, mengoptimalkan infratruktur dan meningkatkan ketersediaan server. Sejumlah perusahaan lokal, organisasi non profit dan lembaga pemerintahan telah turut mencoba mengimplementasikan Windows Server 2008. Microsoft Indonesia juga telah mempersiapkan 80 mitra lokal melalui pelatihan agar siap menampung antusiasme pasar di Indonesia akan sistem operasi server terbaru ini.
detiknet.com
Label: windows vista
