Warnet di China (AFP)
Jakarta - Kegandrungan pada internet masih akan terus melanda bumi. Jumlah penjelajah dunia maya ini terus saja bertambah secara signifikan.
Biro penelitian internet, eMarketer, melaporkan bahwa di tahun 2007 yang baru saja berlalu, 1,15 miliar penduduk dunia atau 17,5 persen dari keseluruhan populasi, merupakan pemakai internet.
Diprediksi, jumlah itu akan naik signifikan. Pada tahun 2012, sebanyak 1,7 miliar penduduk dunia atau 24,5 persen dari keseluruhan populasi, akan menyambangi internet setidaknya sekali dalam sebulan.
Di kawasan Asia Pasifik di mana Indonesia termasuk di dalamnya, jumlah pengakses internet akan menembus jumlah setengah miliar atau 500 juta orang pada tahun 2008 ini. China menempati posisi tertinggi untuk soal akses internet di wilayah Asia ini, dengan jumlah pengguna mencapai lebih dari 200 juta jiwa.
Masih menurut prediksi eMarketer itu, di tahun 2012, separuh pemakai internet dunia akan berada di Asia Pasifik sehingga wilayah ini akan merajai akses internet, dengan jumlah pengguna jauh lebih banyak daripada wilayah lainnya. Adapun negara-negara seperti Cina, Rusia, India, Brazil dan Meksiko akan jadi penggerak utama dalam pertumbuhan pemakai internet dunia di masa-masa mendatang.
Ditambahkan, pada tahun 2007, Belanda dan negara-negara di wilayah Skandinavia dilaporkan memiliki penetrasi akses internet tertinggi. Seperti dikutip detikINET dari ComputerWorld, Senin (25/2/2008), sekitar 80 persen penduduknya merupakan pengakses internet aktif.
Label: hot news
Eric Brewer (VOANews)
California - Wi-Fi selama ini hanya didesain untuk jarak dekat. Saat ini telah dikembangkan sebuah alat untuk memperluas jangkauan teknologi Wi-Fi. Jangkauannya bisa mencapai lebih dari 380 kilometer.
Adalah Eric Brewer, profesor ilmu komputer di University of California, Berkeley telah mengembangkan sebuah alat untuk memperluas jangkauan teknologi Wi-Fi (Wireless Fidelity). Alat tersebut adalah WiLDNet, Wi-Fi yang berbasis pada jaringan jarak jauh.
Selama ini Wi-Fi hanya didesain untuk jarak dekat. Eric Brewer memprediksikan bahwa sebagian besar WiLdNet hanya akan dibutuhkan untuk menjangkau jarak beberapa kilometer. Namun, di Venezuela, sebuah jaringan yang menggunakan teknologi WiLd-Net dan software khusus, mampu mencapai jarak lebih dari 380 kilometer (km).
WiLDNet menggunakan sebuah perangkat jaringan (router) yang hanya membutuhkan daya 7 watt, yang dapat dihasilkan oleh baterai mobil, energi matahari atau energi listrik dari provider lokal. Jaringannya menggunakan antena yang dibantu dengan siaran ulang (relay) di tempat-tempat dimana perangkat tersebut tidak dapat ditempatkan secara langsung.
Dikutip detikINET dari VOANews, Selasa (20/11/2007), WiLDNet dapat digunakan untuk tujuan kemanusiaan maupun untuk tujuan bisnis atau bahkan kedua-duanya. Berkat WiLDNet, sekolah pedalaman di Ghana dan Filipina bisa terhubung dengan internet. Di Guinea-Bissau, WiLDNet digunakan untuk menghubungkan stasiun radio komunitas. Di India bagian selatan, WiLDNet menghubungkan pusat perawatan mata di sebuah desa miskin dengan rumah sakit mata di kota Theni sehingga penduduk desa dapat memperoleh perawatan dari dokter melalui video konferens. Hasilnya, sebanyak 3.000 pasien dengan keluhan serius sekarang telah dapat melihat dengan lebih baik.
Label: hot news
Posisi Indonesia masih tetap berada di jajaran teratas pembajak software di dunia, di bawah Ukraina dan China, sehingga perlu solusi alternatif berupa program Indonesia, Go Open Source (IGOS).
Demikian salah satu tanggapan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Sofyan Jalil atas pertanyaan anggota Komisi I DPR RI dalam acara Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung Senin malam di Gedung Nusantara II, Kompleks DPR/MPR RI, Senayan Jakarta.
"Program IGOS ini merupakan solusi alternatif, guna mengurangi angka pembajakan software di Indonesia yang cukup tinggi," ujar Sofyan Jalil dalam RDP yang dipimpin langsung Ketua Komisi I DPR RI, Theo Sambuaga (Fraksi Partai Golkar).
Jika program IGOS ini dapat berjalan mulus, Sofyan Jalil juga berharap dapat meningkatkan penghematan anggaran, sekaligus menciptakan kemandirian di bidang software, meningkatkan daya saing (negara) serta menumbuhkan kreativitas tanpa batas.
"Open source memberikan kesampatan kepada kita untuk leap frog di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), karena kita dapat terjun langsung mengembangkan software yang sudah ada tanpa harus membangunnya dari awal atau dasar lagi," kata Sofyan Jalil beralasan.
Program IGOS ini sedang berlangsung, meskipun agak tersendat maka diperlukan situasi dan kondisi yang mendukung.
"Yakni berupa penegakkan hukum di bidang HaKI yang saat ini masih setengah-setengah dan juga didukung tersosialisasinya ketersediaan open source sebagai software alternatif, serta tak kalah pentinganya adalah dukungan pemerintah untuk mengembangkan serta memanfaatkan open source software," lanjutnya.
Intinya, demikian Sofyan Jalil, diperlukan suatu political will yang kuat, guna mendorong terimplementasinya program IGOS tersebut.
Konfrontasi dengan KPI
Persoalan yang juga amat mengemuka pada RDP kali ini, menyangkut terjadinya konfrontasi berkepanjangan antara Depkominfo dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).
Konfrontasi ini berawal dari tidak disetujuinya Peraturan Pemerintah (PP) dalam rangka pelaksaaan Undang Undang Nomor (UU) Nomor 32 Tahun 2002 oleh KPI. Sementara pemerintah, dalam hal ini Depkominfo, harus melaksanakan PP yang telah diundangkan, dan telah menjadi lembaran negara.
"Kami berharap ada upaya serius pihak Depkominfo untuk menuntaskan hal ini, agar perizinan, pengawasan dan monitoring atas lembaga-lembaga penyiaran (radio, televisi) di berbagai daerah di Indonesia, bisa berjalan baik," kata Theo Sambuaga.Kapanlagi.com
Label: hot news
Ilustrasi (ist.)
Montreal, Kanada - Kepolisian Kanada menggerebek jaringan hacker terbesar yang pernah beroperasi di negeri itu. Dari berbagai kota di Kanada, para hacker muda ini mengendalikan ribuan komputer zombie di seluruh dunia untuk melancarkan aktivitas jahat mereka di dunia maya.
Kepolisian propinsi Quebec mengungkap, 17 hacker telah dibekuk. Diperkirakan, aktivitas mereka menjangkau seratus negara dan mengakibatkan kerugian sampai US$ 45 juta. Komputer-komputer yang terinfeksi berada di negara Polandia, Meksiko, sampai Brazil.
Polisi menyatakan, para hacker ini menjalankan botnet untuk mengendalikan sampai 150.000 komputer tanpa sepengetahuan pengguna. Komputer yang terinfeksi kemudian akan dicuri berbagai datanya, dibanjiri email spam dan sebagainya.
Investigasi polisi telah dilakukan sejak tahun 2006 setelah ratusan laporan berdatangan dari berbagai lembaga pemerintah dan lembaga pendidikan. Seperti dikutip detikINET dari Canada.com, Jumat (22/2/2008), dari 17 tersangka itu, 16 orang adalah pria dan seorang wanita berusia antara 17 sampai 26 tahun.
"Otoritas Kanada patut dihargai atas tindakan mereka menginvestigasi para penjahat cyber yang merugikan para pengguna komputer di seluruh dunia ini," demikian tanggapan dari Graham Cluley, Konsultan Teknologi Senior di vendor keamanan komputer, Sophos.
Label: hot news
Penjual Software Bajakan (dbu/inet)
Jakarta - Miliaran dollar lenyap karena pembajakan software. Menurut laporan IDC yang dirilis pada 2007, total kerugian yang dialami industri software akibat pembajakan mencapai US$ 28,8 miliar.
Software & Information Industry Association (SIIA) selaku asosiasi perdagangan untuk industri software dan konten digital mengatakan, pihaknya telah menerima 427 laporan terkait pembajakan. Kebanyakan laporan tersebut datang dari mantan staf atau manager yang bekerja di bidang TI. Sebanyak 65 persen prosentase laporan datang dari staff atau manager TI, 7 persen dari senior manajemen perusahaan dan 7 persen dari konsultan luar.
Lalu software apa yang paling banyak dibajak? Seperti dilaporkan SIAA dalam situsnya yang dikutip detikINET, Selasa (26/2/2008), software yang paling banyak dibajak adalah yang masuk dalam kategori produktivitas, termasuk program perkantoran dan program disain web.
Berikut daftar 10 software yang paling banyak dibajak oleh perusahaan menurut versi SIAA pada 2007:
1. Symantec Norton AntiVirus
2. Adobe Acrobat
3. Symantec pcAnywhere
4. Adobe Photoshop
5. Autodesk AutoCAD
6. Adobe Dreamweaver
7. Roxio Easy CD/DVD Creator
8. Roxio Toast Titanium
9. Ipswitch WS_FTP
10.Nero Ultra Edition
SIIA juga merilis daftar 10 software yang paling sering dibajak di Internet pada 2007, yaitu:
1. McAfee VirusScan
2. Symantec Norton AntiVirus
3. McAfee Internet Security Suite
4. Intuit TurboTax
5. Adobe Photoshop
6. Adobe Acrobat
7. Intuit Quicken Home and Business
8. Symantec Norton pcAnywhere
9. Symantec Norton Ghost
10.Adobe Creative Suite
Guna meningkatkan kesadaran konsumen, SIIA menerbitkan pedoman dan publikasi terkait software bajakan dan bagaimana menghindari membeli software bajakan. SIIA juga mengedukasi konsumen akan pentingnya hak cipta dan undang-undang merek dagang melalui kampanye. Bahkan SIIA akan menerbitkan toolkit dan tutorial video pendidikan untuk perusahaan agar karyawan bisa memahami pentingnya masalah pembajakan software.
Jika ditilik dari 10 jajaran software tersebut, tidak ada satupun software Microsoft yang masuk dalam kategori yang paling banyak dibajak.
Label: hot news
