Jakarta - 'Pajak paten' sekitar US$ 21.50, atau sekitar Rp 195.000 lebih, konon harus dibayarkan oleh setiap pengguna Microsoft Windows. Demikian klaim yang dilakukan Software Freedom Law Center (SFLC), sebuah lembaga advokasi piranti lunak merdeka (free and open source software).

Menurut studi SFLC, Microsoft secara publik diketahui telah melakukan pembayaran lebih dari US$ 4 miliar pada banyak perusahaan terkait tuntutan pelanggaran paten. Seperti dikutip detikINET dari TheRegister dan softwarefreedom.org, Kamis (19/4/2007), Microsoft juga telah menyebutkan adanya biaya legal sebesar US$ 300 juta dalam empat tahun terakhir.

SFLC kemudian membuat perhitungan sederhana dengan mempertimbangkan adanya 200 juta instalasi Windows baru per tiga tahun. Hasilnya? US$ 4,3 milyar dibagi 0,2 juta instalasi Windows sama dengan US$ 21,5 per instalasi. Angka 21,5 ini yang disebut SFLC sebagai 'pajak paten'.

Matt Norwood, peneliti SFLC, bahkan menyebut angka aslinya bisa jadi lebih besar. Karena, menurutnya, ada biaya-biaya hukum yang tidak dipublikasikan Microsoft dan angka instalasi cenderung 'digelembungkan'.

Pendekatan yang sederhana dalam menghitung 'pajak paten' tersebut jelas memancing banyak kritik. Salah satunya dari situs pengamat teknologi ArsTechnica yang mengatakan hitungan tersebut sulit dibuktikan karena Microsoft dalam kurun waktu itu tidak melakukan kenaikan harga pada Windows.

Mesih menurut ArsTechnica, produk terbaru Windows Vista juga memiliki harga yang relatif setara dengan Windows XP untuk versi Vista yang memiliki kemampuan setingkat XP. "Harga yang ditetapkan Microsoft untuk produk mereka lebih merupakan cerminan pada harga yang hendak dibayar konsumen (untuk mendapatkan fitur-red). Bukan harga yang dibuat untuk menutupi biaya-biaya legal," sebut Jeremy Reimer dari ArsTechnica yang dikutip detikINET, Kamis (19/4/2007) itu.

Norwood pun mengakui bahwa angka US$ 21,5 itu mungkin bukan angka sebenarnya untuk menutupi biaya akibat kasus hukum. Namun, ia menegaskan perlunya konsumen memahami adanya beban biaya legal yang 'dioper' dari produsen ke konsumen.

Pada ujungnya studi SFLC itu menganjurkan pengguna untuk beralih ke sistem operasi Linux. SFLC, yang dipimpin oleh profesor bidang hukum Eben Moglen, memang selalu mengedepankan Linux sebagai sistem operasi yang 'layak'.

Seattle - Microsoft kembali menggelar program software murah untuk negara miskin dan berkembang. Kali ini, sasarannya lebih luas dengan potongan harga lebih besar.

Adalah Student Innovation Suite, paket software murah dari Microsoft Corp., yang mulai tersedia pada semester kedua tahun ini.

Reuters yang dikutip detikINET, Jumat (20/4/2007) melansir, paket tersebut berisi Windows XP Starter Edition, Office Home dan Student, Microsoft Math 3.0, Learning Essentials 2.0 for Office dan Windows Live Mail yang dijual seharga US$ 3 atau sekitar Rp 27 ribu (US$1=Rp 9.103. Sumber: detikcom).

Paket tersebut akan dijual kepada pemerintah negara berkembang yang mau membeli dan mengibahkan komputer bersistem operasi Windows ke sekolah-sekolah dasar. Pengadaan paket ini juga akan diperpanjang hingga 2008 bagi negara-negara yang dikategorikan berpendapatan kecil dan menengah oleh Bank Dunia.

Program pemberian paket tersebut diresmikan pendiri dan pimpinan Microsoft, Bill Gates, di Beijing, Cina, Kamis (19/4/2007).

Orlando Ayala, senior vice president at Microsoft's emerging segments market development group, mengatakan program serupa pernah diadakan untuk negara berkembang seperti Malaysia dan Thailand dengan harga software US$30 atau sekitar Rp 273 ribu dan bahkan kurang.

Dalam program ini, Microsoft akan membuat paket software-nya tersedia dalam komputer-komputer yang kemudian dapat dijual pada pemerintah baik lokal maupun nasional.

Pemerhati industri memperkirakan harga komputer dengan paket software Microsoft tersebut bisa mencapai harga US$ 300 atau sekitar Rp 2,7 juta. Sementara harga komputer dengan software eceran, seperti Windows XP, Windows XP Starter Edition dan Office Home serta Office 2007 berkisar pada angka US$ 150 atau sekitar Rp 1,3 juta.

San Fransisco - Apple telah memenangkan hak paten atas 'aksesoris detektor' yang dapat membantu pengguna ponsel untuk memerangi drop call alias panggilan terputus saat sedang menelpon.

Cellular News yang dikutip detikINET, Kamis (7/6/2007) melansir, detektor aksesoris itu berupa software yang mempunyai dua fungsi utama.

Pada intinya kedua fungsi tersebut berguna untuk memastikan berbagai gelombang radio yang terdapat di ponsel tidak saling mengganggu satu sama lain. Sehingga berdampak pada diminimalkannya kemungkinan terjadi gangguan atau drop call ketika ponsel digunakan.

"Dibutuhkan teknik yang dapat memastikan integritas komunikasi wireless dengan perangkat bergerak yang ditanamkan aksesoris di dalamnya," sebut Apple, pada aplikasi paten yang ditulisnya.

Meski belum ada keterangan langsung dari pihak Apple, detektor ini diprediksi sudah kompatibel dengan berbagai jenis produk perangkat bergerak yang ada di pasar.

Apple juga dikabarkan akan membawa lisensi software mereka di perangkat genggam ke dalam proses manufaktur. Pasalnya, peluang pembuatan aplikasi mobile dianggap sebagai lahan potensial untuk mengeruk keuntungan.

Dengan langkah ini berarti Apple akan bersaing dengan pemain utama di industri penyedia aplikasi seperti Nokia dan Microsoft, yang melisensikan aplikasi mereka untuk digunakan di ponsel lain.


Steve Jobs (AFP)

Jakarta - Apple Inc. menambah amunisi persaingannya dengan Microsoft Corp. Browser Safari versi Windows pun diluncurkan.

Tapi tidak hanya itu. Perusahaan juga mengundang para pengembang untuk menciptakan program-program berbasis Web untuk ponsel iPhone yang akan diluncurkannya akhir bulan ini.

Safari versi khusus untuk sistem operasi Windows dan Vista ini diumumkan pimpinan Apple Steve Jobs, pada pembukaan acara tahunan bertajuk Worldwide Developers Conference di San Francisco, Amerika Serikat.

"Kami ingin memperluas pangsa pasar Safari," kata Jobs seperti dilansir AFP dan dikutip detikINET, Selasa (12/6/2007). "Kami akan menghadirkan seluruh inovasi Safari ke Windows. Apa yang kami punya adalah browser yang paling inovatif di dunia dan browser tercepat di Windows."

Saat ini persaingan browser dunia masih didominasi Internet Explorer milik Microsoft, dengan penguasaan pasar sebesar 78 persen. Sementara Safari baru menguasai lima persen pasar.

Perusahaan akan mendistribusikan software Safari melalui iTunes, toko musik, film dan konten lainnya pendukung perangkat pemutar musik kesayangannya iPod.


Logo DotAsia Organisation (dotasia.org)

Jakarta - Setelah melewati beberapa tahapan, domain baru .asia akan segera diluncurkan. DotAsia, organisasi yang menangani pendaftaran nama domain ini, mengharapkan adanya permintaan besar bagi domain yang ditujukan untuk wilayah Asia Pasifik ini.

Leona Chen, juru bicara DotAsia tak ragu menyatakan harapan, .asia akan sukses di Asia, seperti halnya kesuksesan .com di ranah global.

Namun menurut data, 'baru' terdapat 30.780 pendaftaran untuk .asia. Jumlah ini cukup jauh jika dibandingkan dengan peminat domain .eu di Eropa untuk kurun waktu yang sama, di mana terdapat 330.000 pendaftaran saat peluncurannya dahulu.

Domain .asia akan eksis di sekitar 70 negara Asia Pasifik, termasuk juga Indonesia. Sejak Oktober 2007, perusahaan-perusahaan sudah bisa memesannya. Di bulan Maret 2008 mendatang, diharapkan domain .asia sudah bisa diluncurkan di internet.

Menanggapi adanya domain .asia ini, Thomas Hobbert dari firma hosting Hostway menyatakan, motivasi pembelian domain kini lebih untuk melindungi merek dagang agar tak dipakai sebagai nama domain oleh pihak lain.

"Orang-orang mau mengeluarkan banyak uang demi domain untuk melindungi merek mereka," ungkap Thomas seperti dikutip detikINET dari BBC, Sabtu (23/2/2008).

Selain masalah tersebut sering terjadi kasus rebutan nama domain. DotAsia menyatakan bahwa jika terjadi kasus serupa, domain tersebut akan dilelang dan akan diserahkan pada penawar tertinggi.


Screenshot Virus Battosai (vaksincom)

Jakarta - Bayangkan seorang pendekar samurai menyerang komputer dengan pedangnya yang tajam. Nah, meski serangan samurai yang satu ini bukan fisik, tapi tetap merepotkan.

Samurai itu adalah sebuah virus yang bernama resmi W32/Autorun.AD. Namun virus itu juga dijuluki Battosai, sesuai dengan julukan untuk tokoh Kenshin Himura dari serial anime dan manga Samurai X.

Julukan itu diberikan pada sang virus karena, ciri-ciri pengguna yang terkena 'sabetan pedang' sang samurai adalah munculnya gambar siluet Kenshin Himura pada folder Windows. Demikian pernyataan dari analis virus Vaksincom yang diterima detikINET, Rabu (10/10/2007).

"Virus yang terdeteksi oleh Norman Virus Control sebagai W32/Autorun.AD ini cukup merepotkan karena tetap aktif di Safe Mode dan Safe Mode with Command Prompt dan mengganti background komputer korbannya dengan gambar Battosai," sebut Ad Sap, analis antivirus dari Vaksincom.

Meski merepotkan, virus ini disebut tidak terlalu rumit. Pasalnya sang samurai tidak memblokir aplikasi penting seperti Task Manager, Regedit dan MSConfig. Ciri lain dari virus ini adalah ia membuat duplikat beberapa file sistem menjadi file tanpa icon berukuran 91 kilobyte dan berakhiran .exe.

Battosai menyebar melalui media penyimpanan seperti disket atau USB Flash Drive maupun removable drive lainnya. Untuk mengatasi virus ini dengan mudah, pengguna komputer disarankan menggunakan program antivirus yang ter-update.

Tips agar webmu terkenal dan banyak di baca orang lain salah satunya adalah memperbanyak backlink. Apakah Backlink itu?

Bakclink adalah link blogmu terdapat di blog atau web orang lain. Terus bagaimana caranya...?
Sebenarnya mudah saja, rajin-rajinlah kamu baca blog orang lain, kalo mau lebih baik lagi yang mempunyai pagerank bagus setelah itu masukan commentmu beserta url blogmu. Commentmu harus sesuai dengan artikel yang kamu baca. Ingat jangan melakukan SPAM itu melanggar etika para blogsphere.

Nah dijamin deh.. semakin banyak kamu backlink maka tahap demi tahap blogmu akan banyak yang membaca khususnya dalam pencarian Google keyword pada artikelmu akan mendapatkan rangking.

Tunggu tips berikutnya.......

Selamat mencoba yah


BEBERAPA MITOS SEPUTAR PAGERANK yang dikatakan salah oleh Mas Cosa tidak saya setujui, seperti yang lain juga tidak menyetujui.
Misalnya mengenai pagerank tidak mempengaruhi SERP di Google dan sering update tidak mempengaruhi pagerank.

Sering saya memakai beberapa kata kunci yang terdapat di blog Tukeran Link dan secara bersamaan juga terdapat di blog saya yang lain.
Tapi hasilnya sangat mencolok.
Blog Tukeran Link ini selalu mengungguli blog saya yang lain.
Karenanya saya yakin bahwa sering update juga berpengaruh terhadap pagerank.
Karena pagerank saya saat ini masih nol, maka setidaknya sering update ikut mempengaruhi SERP di Google.

Ah, mitos atau bukan, yang paling penting berusahalah mengelola blog dengan sebaik mungkin.

Jakarta - Keamanan kini menjadi hal yang penting untuk pengguna komputer. Banyaknya aplikasi yang mudah untuk didownload di internet acap kali masih berlubang sehingga keamanannya tak bisa dijamin.

Tak hanya aplikasi non-populer yang dikeluarkan perusahaan-perusahaan kecil saja yang mengancam keamanan. Perusahaan sekelas Yahoo dan Apple pun bisa menghasilkan aplikasi yang 'berlubang' dan tak aman digunakan karena memungkinkan program jahat untuk menyusupi sistem, mengobok-obok komputer, hingga mencuri data penting.

Kali ini, perusahaan keamanan, Bit9 memaparkan 10 aplikasi untuk sistem operasi Windows terburuk dalam hal keamanan. "Aplikasi populer ini seringkali di download pada komputer kantor oleh penggunanya dan dapat mendatangkan resiko keamanan di urusan bisnis operasi dan teknologi informasi perusahaan," jelas Brian Gladstein, Director of Product Marketing kepala riset seperti dikutip detikINET dari Softpedia, Rabu (7/11/2007).

Berikut daftar 10 aplikasi untuk Windows terburuk dalam hal keamanan yang kerap digunakan hingga saat ini :

1. Yahoo Messenger 8.1.0.239 dan versi lebih awal
2. Apple QuickTime 7.2
3. Mozilla Firefox 2.0.0.6
4. Microsoft Windows Live (MSN) Messenger 7.0, 8.0
5. EMC VMware Player (and other products) 2.0, 1.0.4
6. Apple iTunes 7.3.2
7. Intuit QuickBooks 9 and earlier
8. Sun Java Runtime Environment 1.6.0_X
9. Yahoo! Widgets 4.0.5 and previous
10. Ask.com Toolbar 4.0.2.53 dan versi sebelumnya.

Masih menggunakan aplikasi di atas pada komputer Windows Anda? Mungkin ada baiknya Anda meng-upgrade versi aplikasi tersebut.


ilustrasi (ist)

Jakarta - Dari survei online yang digelar perusahaan keamanan komputer Sophos terhadap 355 responden, terungkap bahwa para pengguna komputer lebih percaya Mac OS X daripada Windows untuk urusan keamanan. Namun, 93 persen responden juga yakin bahwa Mac akan menjadi target hacker di waktu mendatang.

Keyakinan ini didasari atas penemuan malware pertama di sistim operasi besutan Apple tersebut. Kendati demikian, diyakini bahwa serangan terhadap Mac tidak akan separah yang dialami Windows.

Seperti dikutip detikINET dari Softpedia, Minggu (17/2/2008), berikut ini adalaha beberapa pertanyaan yang diajukan untuk gambaran sekilas tentang survei yang digelar sejak 29 Januari hingga 7 Februari 2008 itu.

"Malware yang bertujuan mengincar uang telah ditemukan di Macintosh. Menurut Anda, apakah di masa depan Mac akan lebih sering menjadi target serangan?", ternyata 50 persen responden menjawab: "ya, tapi tidak separah Windows", 43 persen menjawab "ya", sementara yang menjawab "tidak" hanya 7 persen.

Hasil survei ini menunjukkan bahwa ada penurunan tingkat keoptimisan para pengguna komputer tentang serangan di Mac, jika dibandingkan dengan survei serupa yang digelar dua tahun lalu. Dalam survei terdahulu, hanya 79 persen pengguna komputer yang mengatakan Macintosh akan menjadi target serangan malware.

"Walaupun kita telah menjumpai kelompok kriminal yang mencari uang dengan menebar malware di Mac OS X, namun ini hanya jumlah yang kecil jika dibandingkan dengan Windows, atau dengan kata lain tidak separah Windows," ujar Graham Cluley, konsultan teknologi senior dari Sophos.

"Meski demikian tetap perlu mendapat perhatian. Pembahasan tentang asal-usul dan perkembangan malware Macintosh, akan membantu administrator IT memecahkan masalah dan melindungi sistemnya," tandasnya saat mengomentari hasil survei tersebut.

ubuntu-vmserver

Meskipun sudah sangat jarang mencoba-coba linux, tetapi masih ada keinginan belajar agar tidak terlalu ketinggalan, siapa tahu suatu saat nanti memang harus menggunakan linux. Untuk menjadikan sebagai OS kedua pada PC kantor setalah Windows XP dengan dual boot, sepertinya akan merepotkan, ketika harus berpindah antara linux dan Windows dengan jalan restart.

Akhirnya kemarin mencoba virtualisasi dengan menggunakan VMware Server. Menginstall Ubuntu 7.04 (Feisty Fawn) yang sudah didownload minggu lalu. Saya alokasikan 5 GB dari kapasitas hardisk dan memori saya alokasikan 256 MB dari 512 MB untuk mesin virtual ini. Untuk jaringan saya setting menggunakan bridged ethernet. Sempat terhambat karena stok CD kosong habis untuk membakar file iso Ubuntu, namun kemudian tersadar kalau CD Rom di VMware Server dapat disetting membuka file ISO ketika dijalankan.

Setelah mem-booting mesin virtual untuk ubuntu, masuk mode Live CD dan kemudian memilih install, proses berjalan baik. Setelah menyetting konfigurasi jaringan, ketika mengetes ternyata tidak terkoneksi. Dari Hardware Information terlihat adanya network interface. Kemudian saya coba restart, dan ketika kembali login langsung test, dan ternyata bisa.

Sayangnya, ketika menggunakan terasa lambat, apalagi Windows-nya, dan saya perkirakan karena memori yang kurang. Makanya kemarin, sekalian makan siang di Be-Mall, saya membeli tambahan memori 512 MB dan langsung saya pasang, dan saya alokasikan untuk mesin virtual Ubuntu 512 MB. Hasilnya terasa sekali, lebih nyaman menggunakannya, begitu juga dengan Windowsnya.

Mencoba VirtualBox

VirtualBoxTadi sore saya teringat kalau ada teman saya yang memesan untuk disediakan link download VMware Server di web intranet kantor. Saya lihat file instalasinya ada di hardisk eksternal saya. Dalam direktori yang sama, saya melihat ada file instalasi VirtualBox yang saya download beberapa waktu lalu. Selanjutnya, bukan mengupload VMware seperti yang diniatkan, malah tertarik untuk mencoba VirtualBox.

Seperti halnya VMware, VirtualBox merupakan software untuk melakukan virtualisasi hardware, sehingga memungkinkan pada komputer yang terinstall Windows XP misalnya (host), dengan VirtualBox kita dapat menginstall linux atau sistem operasi lainnya (guess), dan antara host dan guess dapat berjalan bersamaan. Cara ini mungkin cocok bagi yang berniat mencoba linux tanpa harus menginstall secara sendiri atau dual boot, tentu dengan berbagai keterbatasannya. Ketersediaan memory untuk menjalankan dua sistem operasi secara bersamaan merupakan faktor yang menurut saya perlu diperhatikan agar keduanya dapat berjalan dengan baik.

VirtualBox yang dapat digunakan secara gratis dan berlisensi GNU/GPL ini dapat berjalan pada Windows, Linux atau Macintosh sebagai host dan mendukung sejumlah sistem operasi yang dapat dijadikan guess-nya termasuk Windows (NT 4.0, 2000, XP, Server 2003, Vista), DOS/Windows 3.x, Linux (2.4 dan 2.6), dan OpenBSD. VirtualBox saat ini hanya dapat mengemulasi mesin Intel x86.

Dibandingkan dengan file instalasi VMware Server, file instalasi VirtualBox jauh lebih kecil yaitu hanya sekitar 14,8 MB, sedangkan VMware Server 146 MB. Proses instalasinya pun lebih cepat. Hanya saja, setelah menginstall, saya baru teringat kalau CD Ubuntu saya taruh di rumah, sedangkan file iso-nya sudah saya hapus. Saya mencoba membuka file image Ubuntu hasil bentukan VMware, dikenali dan bisa masuk booting, tapi pada proses pendeteksian hardware berhenti. Saya coba dengan menginstal Windows XP dari file iso, berjalan dengan baik, termasuk ketika menyetting networknya.

virtalbox-windows-inside

Ketika berjalan, untuk masuk ke sistem operasi guess dilakukan dengan mengklik mouse pada layar guess, dan untuk kembali ke host, defaultnya dilakukan dengan menekan tombol Ctrl sebelah kanan. Untuk berbagi folder host untuk guess, dengan mudah dapat difasilitasi dengan fasilitas share folder, salah satu fasilitas yang saya suka.


– VirtualBox: professional, flexible, open
maseko.com







PCMAV Versus Ansav

Sebagai antivirus, PCMAV dan Ansav sepertinya yang paling menonjol dan banyak digunakan oleh pengguna-pengguna Windows di Indonesia. PCMAV lebih lahir dan dikenal lebih dahulu dibanding Ansav. PCMAV hadir dalam CD/DVD yang didistribusikan sebagai bagian Majalah PC Media setiap bulannya. Bagi yang tidak membeli/berlangganan Majalah PC Media, biasa memperoleh dari teman atau mendownload dari website atau blog pengguna/pemilik Majalah PC media, seperti yang saya sediakan juga. Untuk rilis update versi yang beredar, PC Media menginformasikan melalui blog pada virusindonesia.com dan menyediakan link untuk mendownload pake update tersebut.

Sedangkan Ansav dirilis dan didistribusikan melalui media internet, dari menggunakan fasilitas hosting gratis di Geocities, berikutnya didukung blog di WordPress.com, sampai mempunyai website dengan hosting sendiri seperti saat ini. Berbeda dengan PCMAV yang lahir dibawah naungan nama PC Media, Ansav dibuat oleh perorangan.

Apakah keduanya merasa saling bersaing? Saya tidak tahu, tapi seharusnya begitu, agar semakin mendorong pengembangan selanjutnya yang lebih baik, berguna dan mudah digunakan oleh penggunanya. Saya di sini tidak akan membandingkan keduanya dari segi program atau "fungsinya", hanya sekedar iseng membandingkan kiprah keduanya dalam ranah internet.

Pertama adalah seberapa besar pengguna internet mencari keduanya. Di sini saya menggunakan kata kunci "PCMAV" dan "Ansav" dengan mengenyampingkan kata kunci lain yang mungkin banyak juga digunakan untuk mencari keduanya, misalnya "download pcmav" atau "download ansav". Dan hasil dari Google Trends untuk data selama tahun 2007 adalah sebagai berikut:

pcmav-ansav-google-trends

Dari data tersebut pengguna internet yang mencari "PCMAV" lebih banyak dibandingkan yang mencari "Ansav".

Kemudian adalah perbandingan jumlah pengakses website keduanya. Seperti kita ketahui Ansav.com lebih dahulu lahir dibandingkan VirusIndonesia.com. Berikut adalah grafik jangkauan virusindonesia.com dan ansav.com tehadap jumlah pengguna internet dunia berdasarkan data Alexa satu tahun terakhir:

pcmav-ansav-alexa

Dari grafik tersebut jumlah pengakses Ansav.com lebih banyak dibandingkan jumlah pengakses VirusIndonesia.com.

Jika hanya dengan melihat informasi sejak kapan produk itu ada dan bagaimana didistribusikan, sepertinya data-data itu masih sejalan.

maseko.com

file recovery backEntah sudah berapa USB Flashdisk dengan berbagai merk yang saya coba di PC rumah bermasalah ketika menstransfer file besar dari flashdisk ke hardisk. Pesannya biasanya “I/O error” atau “not valid parameter”. Parahnya, setelah berulang kali mecoba copy-paste berakhir dengan flashdisk menjadi “not formated”. Padahal flashdisk yang pertama saya miliki tidak pernah bermasalah sampai akhirnya hilang.

Terakhir tadi malam, setelah mendapat flashdisk baru, saya coba menyalin beberapa file besar dari komputer kantor ke rumah. Ujungnya sama, flashdisk menjadi tidak terformat.

Berhubung ada satu file tugas yang editing terakhirnya saya lakukan langsung dari flashdisk, saya coba-coba cari jalan untuk menyelamatkannya. Sebelumnya, file berukuran kecil ini lancar-lancar saja dibuka dari PC rumah. Ubek-ubek koleksi di rumah, menemukan software PC Inspector File Recovery yang belum pernah saya coba sebelumnya. Setelah membaca sedikit petunjuk menggunakannya, langsung dipraktikkan ke flashdisk. Hasilnya sebagian file terselamatkan tapi corrupt ketika dibuka/dijalankan, dan untungnya sebagian lain terselamatkan dalam kondisi bagus, termasuk file tugas yang menjadi tujuan utama.

PC Inspector File Recovery yang bersifat freeware ini ditujukan untuk menyelamatkan file-file yang terhapus, hilang karena quick-format atau drive yang hilang.

file recovery backEntah sudah berapa USB Flashdisk dengan berbagai merk yang saya coba di PC rumah bermasalah ketika menstransfer file besar dari flashdisk ke hardisk. Pesannya biasanya “I/O error” atau “not valid parameter”. Parahnya, setelah berulang kali mecoba copy-paste berakhir dengan flashdisk menjadi “not formated”. Padahal flashdisk yang pertama saya miliki tidak pernah bermasalah sampai akhirnya hilang.

Terakhir tadi malam, setelah mendapat flashdisk baru, saya coba menyalin beberapa file besar dari komputer kantor ke rumah. Ujungnya sama, flashdisk menjadi tidak terformat.

Berhubung ada satu file tugas yang editing terakhirnya saya lakukan langsung dari flashdisk, saya coba-coba cari jalan untuk menyelamatkannya. Sebelumnya, file berukuran kecil ini lancar-lancar saja dibuka dari PC rumah. Ubek-ubek koleksi di rumah, menemukan software PC Inspector File Recovery yang belum pernah saya coba sebelumnya. Setelah membaca sedikit petunjuk menggunakannya, langsung dipraktikkan ke flashdisk. Hasilnya sebagian file terselamatkan tapi corrupt ketika dibuka/dijalankan, dan untungnya sebagian lain terselamatkan dalam kondisi bagus, termasuk file tugas yang menjadi tujuan utama.

PC Inspector File Recovery yang bersifat freeware ini ditujukan untuk menyelamatkan file-file yang terhapus, hilang karena quick-format atau drive yang hilang.

San Francisco - Apple Inc. menunda peluncuran sistem operasi teranyarnya, Mac OS X Leopard, hingga bulan Oktober 2007. Debut Leopard molor empat bulan, dari semula direncanakan meluncur Juni 2007.

iPhone disebut-sebut yang menjadi alasan tertundanya Leopard. Perusahaan menyatakan telah mengalihkan sumber daya (resource) proyek tersebut demi mengantisipasi iPhone, ponsel sekaligus pemutar musik terbaru Apple, yang dijanjikan bakal dirilis pada bulan Juni ini.

"Software yang digunakan di iPhone cukup njlimet dan menyelesaikannya tepat waktu bukan tak butuh biaya. Kami harus mengalihkan resource dan beberapa pentolan software engineering kami dari tim Mac OS X ke iPhone," papar Apple dalam pernyataan resminya, yang dikutip detikINET dari Reuters, Jumat (13/4/2007).

Tertundanya Leopard, menurut salah seorang analis Creative Strategies di San Jose, California -- Tim Bajarin -- akan memperlambat penjualan komputer baru yang biasanya banyak datang dari penggemar komputer Apple.

Leopard dijanjikan Apple akan memiliki fitur yang lebih baik, termasuk fitur instant back-up data yang dijuluki "Time Machine" dan beberapa perbaikan pada software instant messaging (IM) dan e-mail.

Apple berharap fitur Leopard sudah sempurna pada awal Juni sebelum Worldwide Developers Conference digelar. Namun produk tersebut dipastikan belum siap untuk dirilis pada bulan tersebut. Perusahaan juga berencana memberikan test copy-nya kepada developer. Worldwide Developers Conference sendiri akan digelar selama lima hari di San Francisco mulai 11 Juni mendatang.


Baidu (typepad)

Beijing - Mesin cari top Cina, Baidu.com dinyatakan tak bersalah oleh pengadilan dalam kasus pelanggaran hak cipta berkenaan dengan adanya link di Baidu menuju situs musik ilegal.

Pernyataan ini dikemukakan Pengadilan Tinggi Beijing sehingga kasus ini pun berakhir dengan kemenangan Baidu. Kasus pelanggaran hak cipta tersebut diperkarakan oleh perusahaan musik besar seperti EMI, Sony BMG sampai Universal Music.

Perusahaan-perusahaan itu menggugat Baidu dengan tuduhan memfasilitasi pengunduhan musik ilegal tanpa izin mereka. Selain meminta aktivitas ini dihentikan beserta permintaan maaf, Baidu juga dituntut ratusan ribu dollar. Namun dengan adanya keputusan tersebut, upaya mereka mengalami jalan buntu.

Tak ada penjelasan pasti mengenai alasan keputusan pengadilan ini. Namun sebelumnya, Pengadilan Menengah Beijing menyatakan Baidu tak bersalah karena musik ilegal di Baidu diunduh lewat pihak ketiga. Demikian seperti dikutip detikINET dari AFP, Rabu (2/1/2008).


Google Sky Demo (google)

Atlanta - Google dituding telah mencuri ide mantan pegawainya. Tak ayal, perusahaan mesin pencari situs yang tersohor itu pun menerima gugatan sebesar US$ 25 juta. Adalah Jonathan Cobb, mantan pegawai kontrak Google, yang mengajukan gugatan tersebut ke pengadilan federal distrik di Atlanta, Amerika Serikat.

Cobb mengklaim bahwa dirinyalah yang mengagas berbagai ide mengenai fitur Google Sky di Google Earth dalam sebuah diskusi internal via email. Diskusi yang katanya diiikuti oleh para petinggi Google itu berlangsung pada 2006 lalu, di mana saat itu Cobb mengaku masih bekerja di perusahaan tersebut.

Dalam gugatannya, Cobb menuding Google telah mengambil ide dan konsepnya tentang Google Sky tanpa memberikan penghargaan atau kompensasi apapun. Fitur-fitur yang diklaim pria itu, misalnya, pada penyajian tampilan gambar siang dan malam di Google Sky.

Seperti dikutip detikINET dari InformationWeek, Senin (18/2/2008), perwakilan Google sendiri belum berkomentar mengenai gugatan ini. Adapun Google Sky adalah layanan yang diluncurkan di Google Earth pada Agustus 2007 lalu. Melalui layanan ini, para pengakses bisa mengamati berbagai macam obyek angkasa.


Ilustrasi (diolah/Ist.)

Seoul, Korea Selatan - Kali ini raksasa produsen software, Microsoft harus gigit jari setelah kalah dalam persidangan melawan seorang profesor Korea atas tuduhan pelanggaran hak paten. Padahal perseteruan keduanya telah berlangsung selama kurang lebih delapan tahun.

Pangkal perseteruan antara Profesor Lee Keung-hae, pengajar di Korea Aerospace University dengan Microsoft ini terkait penggunaan teknologi 'pengalih bahasa' (language switching) Korea dan Inggris di dalam MS Word. Lee mengklaim teknologi tersebut sama dengan teknologi yang telah dipatenkan dirinya.

Pengadilan telah menetapkan keputusannya. Alhasil, perusahaan asal Redmond ini pun harus membayar sejumlah uang sebagai kompensasi. Selain itu, Microsoft harus melenyapkan fitur 'pengalih bahasa' tersebut dari produk MS Word.

Jalan yang harus ditempuh Lee untuk memenangkan perkara ini cukup berliku, yakni dimulai pada tahun 2000. Awalnya, ia mengajukan gugatan pertama senilai 40 juta won atau sekitar Rp 385 juta, tapi gagal.

Microsoft justru balik menuntut Lee di tahun 2001 dan meminta pengadilan menyatakan bahwa teknologi tersebut belum dipatenkan. Namun, akhirnya jalan terjal Lee membuahkan hasil setelah pengadilan menyatakan bahwa hak paten tersebut telah dikantongi Lee

detikinet.com

Jakarta - Microsoft Corp. menegaskan tidak hanya akan bekerjasama dengan Novell, tapi pihaknya juga membuka diri untuk distro linux lainnya.

"Kami senang jika ada distributor linux lainnya yang ingin bergabung dengan kami, misalnya Red Hat atau yang lain," ujar Steve Ballmer pada Economic Times India yang dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (9/11/2006).

Minggu lalu, Microsoft Corp. dan Novell Inc. telah menyetujui kerjasama untuk mengembangkan teknologi yang dapat menjalankan sistem operasi Windows dan Suse Linux dalam satu mesin tunggal.

Suse sendiri merupakan sistem operasi open source populer yang didukung oleh Novell. Atas kerjasama ini, Novell bakal mendapat dana hingga US$ 348 juta dari Microsoft.

Dalam kunjungannya ke India, Ballmer tetap optimis software tersebut masih dapat dijual melalui pemasaran tradisional, Meski dirinya yakin software tersebut bakal laris manis di download.

"Saya rasa, beberapa software akan dibeli, lainnya akan dikirimkan secara gratis, dan sisanya dipasarkan lewat iklan," Ballmer menuturkan

Dirinya menambahkan konsep pemasaran yang ada sekarang adalah distribusi elektronik. "Yang ingin saya katakan adalah, cara pendistribusian software saat ini kini telah berubah menjadi elektronik, bukan lagi distribusi cara kuno." Demikian dikutip detikINET dari Washington Post, Kamis (9/11/2006).

;;

TML/JavaScript

Template © by Abdul Munir